Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Human Interest

Ular Sawo Lilit Kaki Sugeng saat Bertugas Membersihkan Drainase Tergenang

Tahun ini Kota Jambi kembali meraih penghargaan Adipura untuk ketiga kalinya. Namun masyarakat

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Tahun ini Kota Jambi kembali meraih penghargaan Adipura untuk ketiga kalinya.  Namun masyarakat banyak tidak mengetahui, bahwa penghargaan tersebut tidak akan dapat diraih tanpa kerja keras oleh para petugas pasukan kuning dan oranye yang tiap harinya harus berjibaku membersihkan sejumlah sampah dan drainase di Kota Jambi.

Setiap hari, para petugas oranye terus berjuang membersihkan sampah baik dalam selokan maupun di dalam drainase yang membuat aliran air tersumbat.  Apa lagi memasuki musim penghujan ini, kerja mereka pun kian ekstra, karena banyak aliran air di sejumlah drainase tersumbat.

"Ini memang pekerjaan kami, dan ini sudah tugas dan risiko tiap tahunnya," kata Sugeng, seorang petugas pembersih drainase di Kota Jambi.

Sudah lebih 7 tahun Sugeng bekerja sebagai pembersih drainase. Meskipun usia warga Simpang Kawat ini sudah hampir memasuk usia 70 tahun, namun dirinya terus bekerja demi membersihkan Kota Jambi.

Meskipun penghasilan yang didapatkannya tidak begitu besar, namun di usianya saat ini untuk mencari pekerjaan memang sangat sulit.

"Minimal bisa buat makan untuk keluarga di rumah," kata Sugeng sambil memgangkut sampah dari bawah drainase di wilayah Talang Banjar.

Dalam sebulan, Sugeng bersama teman-temannya mendapatkan penghasil sebesar Rp 1,7 juta dari Dinas Kebersihan Petamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Jambi. Namun tak jarang juga gajinya harus terpotong akibat tidak masuk pada saat bekerja.

"Kalau tidak masuk potong gaji , sehari tidak masuk Rp 50 ribu. Untunglah BPJS kami diberikan," katanya.

Ia juga mengatakan, untuk pekerjaan ini, tidak ada kata libur. Karena setiap harinya dirinya harus bekerja kapanpun diperintah oleh atasanya.

"Kalau hari besar seperti Idul Fitri, hari natal dan tahun baru kami juga bekerja pada malam hari. Yaa mau tidak mau harus merelakan keluarga di rumah. Meskipun ada juga rindu dan ingin bertemu bersama keluarga," katanya.

Dalam sehari, dirinya bekerja selama lebih dari 8 jam. Namun jika musim penghujan, dirinya harus bekerja menambah waktu jam kerja.

Memang, bukan hal yang mudah melakukan pekerjaan sebagai pembersih drainase ini, Sugeng mengaku dirinya pernah menemukan ular sawo tepat terlilit di kakinya saat membersihkan sampah yang membuat drainase tergenang.

"Ada pernah sekali waktu sehabis hujan sejumlah drainase tergenang, pada saat membersihkan drainase itu tiba-tiba ada ular di kaki saya, untung teman saya langsung mengambilnya dan dibuang," ungkapnya sambi tersenyum.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved