Selamat Jalan Monsinyur Pujasumarta
Peti jenazah itu dibawa ke kompleks pemakaman romo-romo Projo di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan.
TRIBUNJAMBI.COM, YOGYAKARTA - Pembacaan puisi dari Romo Ign Ismartono SJ mengiringi keberangkatan peti jenazah Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Pujasumarta.
Peti jenazah itu dibawa ke kompleks pemakaman romo-romo Projo di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan.
"Saya saat itu baru mewakili KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia) di Serbia. Tidak sampai selesai lalu ke sini," ucap kakak Pujasumarta, Ismartono dalam sambutannya, Jumat (13/11/2015).
Ismartono menyampaikan ucapan terimaksih kepada tim dokter dan para perawat yang telah merawat Mgr Johanes Pujasumarta selama di rumah sakit.
Selain itu, ia juga berterimaksih kepada, suster, frater, romo, dan seluruh umat serta masyarakat yang telah menjenguk dan turut mendoakan Pujasumarta.
"Tadi sudah disampaikan segala yang baik-baik. Tapi saya sadar adik saya hanya manusia biasa, saya menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat," kata dia.
Ismartono sempat membacakan sebuah puisi yang dipersembahkan khusus untuk sang adik.
"Saya tujukan puisi ini untuk adik saya. Selamat jalan," kata Ismartono.
Sekitar pukul 12.30 WIB, peti jenazah diusung menuju lokasi pemakaman yang berada di belakang Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan.
Terlihat para suster, bruder, romo, umat, dan masyarakat umum mengiringi perjalanan peti jenazah menuju peristirahatan terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/peti-jenazah-uskup-agung-semarang-mgr-johanes-pujasumarta_20151113_215800.jpg)