Kunjungan Presiden

Kelompok Nyerak Hanya Sekali Bertemu Presiden

Dia menegaskan, tidak ada pertemuan lain kelompoknya dengan Presiden, selain pertemuan di dekat tenda itu.

Kelompok Nyerak Hanya Sekali Bertemu Presiden
TRIBUNJAMBI/QOMARUDDIN
Meriau (kanan) didampingi Kopka Inf Husni Thamrin (enam dari kanan) 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Orang Rimba sempat memantik kontroversi di sejumlah media sosial. Pertemuan itu dinilai direkayasa.

Terkait tudingan di media sosial, dia membantahnya. Tak hanya Meriu, Nyerak juga memperkuat bantahannya. Dia menegaskan, tidak ada pertemuan lain kelompoknya dengan Presiden, selain pertemuan di dekat tenda itu. (Baca: Ini Pengakuan Orang Rimba)

"Usai ngomong kurang lebih satu jam dengan presiden. Dak ado dak lagi orang siko naik ke sana." terangnya. Saat Presiden bergerak menemui warga SAD di Permukiman Kemensos, dia mengaku tetap di lokasi awal. Dirinya setelah bertemu Presiden langsung membagikan sembako ke warganya.

"Awak di sikolah. Bagi bagi sembako," ujarnya.

Terlepas dari kehebohan di media sosial, dia mengaku senang dapat bertemu Presiden Jokowi. Dia mengibaratkan pertemuan kemarin, tak ubahnya bertemu dengan raja. "Wah, perasaan kita senang, belum ada Presiden yang nemui kito. Baru diolah (Jokowi). Senang nian karena dio rajo kito," tuturnya mengenang.

Dia menganggapnya suatu yang tak ternilai. Sebab katanya, tidak hanya merupakaan kebanggaan, akan tetapi keluh kesah yang mereka rasakan selama ini langsung teratasi. Dia lantas bercerita, sejam ngobrol dirinya dengan Presiden, dirinya langsung curhat soal rumah, lahan mata pencarian dan keinginan menetap.

"Ya, kami sampaikan tak ada punya rumah tetap. Dan lahan untuk mata pencarian kami sehari hari," ujarnya.

Penulis: qomaruddin
Editor: suang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved