Kunjungan Presiden

SAD Minta ke Presiden Dibangunkan Rumah di Tempat Penghidupannya

Pertama kalinya Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Bukit Suban Air Hitam Sarolangun didatangi Presiden RI Joko Widodo.

Penulis: qomaruddin | Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto SAD Minta ke Presiden Dibangunkan Rumah di Tempat Penghidupannya
ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Presiden Joko Widodo (tengah), didampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (ketiga kiri), dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kedua kiri) membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada warga Suku Anak Dalam (Orang Rimba) saat melakukan kunjungan ke Desa Bukit Suban, Air Hitam, Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10). Presiden mengunjungi kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) guna memberi bantuan dan mendengarkan keluhan Orang Rimba yang terpaksa mengungsi akibat terdampak asap kebakaran hutan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/kye/15

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pertama kalinya Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Bukit Suban Air Hitam Sarolangun didatangi Presiden RI Joko Widodo.

Usai kedatangan Mantan Walikota Solo itu, sempat menimbulkan polemik di media sosial soal dahulu mana Presiden dialog dengan SAD antara yang memakai cawat (celana dalam-Red) atau yang berpakaian.

Personil Kodim 0420/Sarko Kopral Inf Husni Thamrin yang saat itu selaku penerjemah SAD dan saksi mengungkapkan fakta jika yang bercawat itu pertama berdialog dengan Presiden.

Kemudian baru SAD yang memakai baju dikunjungi Jokowi. Dan itu di titik kedua.

"Baru kemudian SAD yang memakai baju. Dan orangnya pun berbeda. Tidak sama antara di titik satu dan titik dua," ujarnya, Senin (2/11).

Ia menyebutkan, di titik pertama atau di perumahan tenda itu, Presiden bertemu dengan empat orang SAD atas nama Meriau, Nyerak, Genap dan Ngelawang.

"Itu semua orang SAD, di titik pertama Pak Presiden dialog dengan mereka," katanya.

Di situ Presiden Jokowi kata Babinsa itu menanyakan, apa yang dikeluhkan SAD. Mereka SAD mengeluhkan tak ada rumah atau perumahan, dan tidak ada sumber penghidupan yang tetap.

Presiden pun katanya, kembali menanyakan ke SAD, kalau dibangun perumahan apakah mau menempati.

"Jawaban SAD, mau nempati. Nah kalau mau dibangun, kira-kira dimana tempatnya. SAD pun minta dibangun rumah di tempat penghidupannya, dan tidak mepet antara dinding satu ke dinding seperti rumah yang dibangun Kemensos," katanya, mengulang percakapan Presiden Jokowi dengan SAD.

Selain itu, SAD di titik perumahan tenda, katanya, minta dibangunkan sumber penghidupan seperti kebun dengan pengadaan bibit.

"Itu yang di titik pertama. Dari Presiden kemudian manggil pihak terkait, seperti Bupati, Menteri dan pihak terkait lainnya agar koordinasikan dan ditindaklanjuti," terangnya.

Selesai dari situ baru Presiden Jokowi katanya, menuju perumahan Kemensos atau SAD di titik kedua. Disana pun Presiden kembali menanyakan apa keluhan SAD.

"Di titik kedua Presiden bertemu Tumenggung Tarib, Tumenggung Gerid, Prabung dan Bejalo," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved