Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Khazanah Islami

Tangan Pemandi Mayat Lekat di Kemaluan Jenazah PSK, Ini Sebabnya

Sebuah kisah nyata yang terjadi di zaman Imam Malik. Diceritakan ada seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya.

Tayang:
Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah kisah nyata yang terjadi di zaman Imam Malik.  Diceritakan ada seorang wanita yang sangat buruk akhlaknya.

Dia selalu tidur bersama lelaki dan tidak pernah menolak ajakan lelaki.

Sehingga tiba lah pada hari kematiannya, ketika dia dimandikan oleh seorang wanita yang memang kerjanya memandikan mayat.

Namun, tanpa terduga tiba-tiba tangan si pemandi mayat itu terlekat pada kemaluan mayat wanita itu dan tidak mau terlepas.

Semua penduduk dan ulama gempar dengan kejadian tersebut.

Bagaimana tidak, tangan si pemandi mayat terlekat sehingga semua orang yang hadir di situ mati akal untuk melepaskan tangannya dari mayat wanita tadi.

Ada 2 cara untuk menyelesaikan masalah itu.

Pertama, memotong tangan wanita pemandi mayat tersebut dan kedua kubur kedua wanita itu sekaligus dalam tanah.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta pendapat dari Imam Malik.

Imam Malik bukan orang yang gampang memberi fatwa.

Pernah suatu ketika, Imam Malik mendapat 40 pertanyaan, tetapi yang dijawabnya hanyalah 5.

Ini menunujukkan akan berhati-hatinya dan betapa sensitifnya beliau dalam menjawab masalah agama.

Kemudian Imam Malik bertanya kepada wanita si pemandi mayat itu bahwa adakah dia berkata apa-apa kepada mayat tersebut sewaktu memandikannya.

Wanita pemandi mayat itu berkata bahwa dia pernah mengatai mayat tersebut sewaktu membersihkan tubuhnya:

“Ya Allah.. Berapa kali tubuh ini telah melakukan zina”

Imam Malik berkata “Kamu telah menjatuhkan Qadzaf (tuduhan zina) pada wanita tersebut, sedangkan kamu tidak mendatangkan 4 orang saksi. Maka kamu harus dijatuhkan hukuman hudud 80 kali karena tidak bisa mendatangkan saksi.”

Setelah wanita pemandi mayat itu dikenakan hukuman 80 sabetan maka terlepaslah tangannya dari mayat tersebut.

Hikmah dan Pelajaran

Berdasarkan kisah di atas, hendaklah kita senantiasa menjaga lidah kita. Jangan sembarangan membuat fitnah atau bersangka buruk dengan orang lain.

Jaga lidah jangan sebarkan fitnah, jangan bersangka buruk dengan kuasa Allah Taala.

Kalau kita tahu dia itu seorang pelacur sekalipun, tapi kalau tak pernah lihat perbuatan maka kita dilarang menuduhnya berzina.

Kisah tentang Pemandi Mayat ini sudah semestinya dijadikan sebagai pelajaran dan iktibar.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved