VIDEO
Video Balita Jago Skate Board Bikin Heboh, Begini Penjelasannya
Video balita (anak usia bawah lima tahun) yang diunggah di Youtube bikin heboh, lantaran ia memiliki kemampuan
TRIBUNJAMBI - Video balita (anak usia bawah lima tahun) yang diunggah di Youtube bikin heboh, lantaran ia memiliki kemampuan yang hampir sama dimiliki oleh remaja maupun orang dewasa.
Sebuah video telah menjadi viral sejak tahun lalu. Video tersebut bahkan diunggah ulang oleh berbagai akun. Dikatakan dalam video tersebut, video direkam oleh warga Australia yang menunjukkan bagaimana seorang balita sukses belajar hingga mahir memainkan papan seluncur.
Video Youtube yang diunggah kali ini oleh akun funny-baby-videos sudha diunggah sejak 5 februari 2014 lalu.
Dalam video tersebut terlihat anak ini tanpa menggunakan baju hanya gunakan popok sangat lihai di atas skate board.
Beberapa kali anak balita tersebut jatuh namun tidak nangis seperti anak kebanyakan, ia bahkan mencoba lagi dan akhirnya berhasil.
Aksi yang luar biasa, kemungkinan ayah balita juga jago skate board dan mulai melatih sejak dini agar anaknya menjadi pemain skate board profesional.
Sebenarnya fenomena apa ini?
Bagaimana mungkin seorang anak balita bisa memiliki kemampuan yang sama seperti orang dewasa.
Sebuah blog dokterindonesiaonline.com menjelaskan hal ini.
Menurut blog tersebut, selama ini anak dikenal memiliki 8 kecerdasan multipel. Kecerdasan multipel atau multiple intelegensia merupakan berbagai kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak.
Tiap-tiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda satu di antara yang lain, mungkin anak A menonjol atau lebih memiliki keunggulan pada sisi motorik namun si B memiliki kecerdasan yang lebih di sisi verbal.
Berikut jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki anak.
Verbal-linguistic yakni kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan.
Logical-mathematical merupakan kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah.
Ada juga Visual spatial adalah kemampuan berpikir tiga dimensi, kemudian Bodily-kinesthetic yaitu ketrampilan gerak, menari, olahraga, kemungkinan anak dalam video tersebut menonjol pada kecerdasan sisi ini.
Musical yakni kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama. Ada juga Intrapersonal adalah kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri, kemudian Interpersonal yakni kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain serta terakhir Naturalist adalah kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan.
Meski demikian dikatakan dalam blog tersebut masih ada satu lagi disebut sebagai kecerdasan supranatural atau kecerdasan pseudosains pada anak.
Kecerdasan pseudosains atau kecerdasan supranatural tersebut adalah kemampuan lebih seorang anak dalam melihat dan berkomunikasi dengan dunia lain atau dapat memandang sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain pada umumnya.
Dalam kasus anak balita ini masuk pada kecerdasan Bodily-kinesthetic. Selain gen dari orangtuanya yang kemungkinan telah memiliki talenta ini ditambah dengan latihan yang rutin makin meningkatkan kecerdasan anak dalam kemampuan gerak.
Balita ini mampu berdiri di papan luncur dengan seimbang dan mampu mengendalikan skate board dengan baik.
Orangtua si anak ternyata paham dengan bakat, minat serta keberanian si anak lalu membimbingnya.
Semoga menginspirasi Anda untuk mendidik anak sejak dini dengan hal yang diminati si anak, semoga bermanfaat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/15082015_bayi_skate_20150815_230015.jpg)