Razia Makanan
Ini Cara Bedakan Makanan Mengandung Zat Berbahaya atau Tidak
Pembeli hendaknya teliti sebelum membeli dan mengonsumsi bahan makanan yang mereka beli,
Penulis: bandot | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Bandot Arywono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembeli hendaknya teliti sebelum membeli dan mengonsumsi bahan makanan yang mereka beli, pasalnya tidak semua pedagang berlaku jujur menggunakan bahan makanan yang aman di konsumsi tubuh.
Hasil temuan BPOM Jambi di sejumlah daerah ditemukan 11 sampel makanan yang diambil di pasar-pasar maupun tempat perbelanjaan positif mengandung bahan berbahaya.
"Kita minta masyrakat waspada, BPOM akan pantau terus peredaran makanan untuk kenyamanan konsumsi masyrakat," kata Ujang Supriyatna.
Untuk membedakan makanan yang mengandung zat pewarna berbahaya atau tidak menurut Ujang selain pengecekan laboratorium juga bisa dibedakan secara kasat mata, bahan makanan yang mengandung pewarna berbahaya sebutnya saat dipegang pewarna sulit hilang meski telah dicuci.
Beberapa ciri makanan yang mengandung rhodamin yakni warnanya mencolok, cerah mengkilap, warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal), ada sedikit rasa pahit, muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
"Biasanya yang mengandung zat pewarna berbahaya itu tahan lama pewarnanya, kalau kena tangan meski sudah dicuci seharian pewarnanya masih melekat, beda kalau menggunakan pewarna yang tidak berbahaya," katanya.
Sementara untuk membedakan mie yang mengandung formalin menurut Ujang mie yang mengandung formalin menurutnya Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/03072015_cendol_bahaya_20150703_225619.jpg)