Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bocah Hilang di Sanur Ditemukan

Kepala Sekolah Angeline: "Sudah Dihukum Mati Saja, Kasihan Anak Itu"

Kepala Sekolah Angeline, Ketut Ruta berharap pelaku yang menyebabkan kematian Angeline dihukum mati.

Editor: Nani Rachmaini
Dok pribadi
Angeline, gadis yang hilang saat main di depan rumahnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, DENPASAR - Kepala Sekolah Angeline, Ketut Ruta berharap pelaku yang menyebabkan kematian Angeline dihukum mati.

"Sudah  dihukum mati saja. Kasihan anak itu. Dihukum mati saja yang menyebabkan dia meninggal," tegasnya di Denpasar, Bali, Rabu (10/6/2015).

Saat ini jenazah Angeline yang ditemukan dalam keadaan membusuk sudah berada di RSUP Sanglah.

Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait meminta kepolisian segera memeriksa ibu angkat Angeline, Margareith CH Megawe.

Pemeriksaan tersebut terkait kecurigaan Komnas PA terkait pernyataannya Margareith yang menjelaskan jika Angeline (8) masih berada di Denpasar.

Pernyataan tersebut dilontarkan ketika Komnas PA mendatangi kediaman Angeline di Jalan Sedap Malam Denpasar, Minggu (24/5/2015).

"Saya pertanyakan pernyataan spontan Ibu Margareith semalam (24/5/2015) bahwa Ag masih ada di Denpasar," kata Sirait di Polresta Denpasar, Senin (25/5/2015).

Ia menambahkan, setelah Margareith mengeluarkan pernyataan tersebut, dirinya lantas langsung mengajak untuk menjemput Angeline namun, permintaan itu ditolak oleh Margareith.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angeline (8), dilaporkan hilang saat bermain di depan rumahnya di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Sabtu (16/5/2015) sekitar pukul 15.00 Wita.

Agus Tai Andamai (26) menjadi saksi kehidupan keseharian Angeline saat itu mengatakan Angeline adalah gadis yang tertutup dan sering dimarahi ibunya, Mg.

Menurut pria asal Waingapu, Sumba ini, setiap hari sepulang dari sekolah, Angeline hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja memberi makan ayam yang dipelihara oleh sang ibu.
Bila tidak memberi makan ayam, menurut kesaksiannya, ibunya tak segan memarahinya.

"Pernah saya dengar ibunya mengumpat kepada dia. Ngomongnya begini, 'kalau tidak membantu kasih makan ayam, mending ia keluar dari rumah ini," ujar Agus di antara kandang ayam yang ada di rumah sang majikan, Senin (18/5/2015).

Kata-kata itu tak hanya dikatakan satu dua kali saja oleh wanita yang kemudian diketahui sebagai ibu angkat itu. Pada dasarnya ia sudah berulangkali mendengar ibunya berkata kasar kepada Angeline. "Banyak saya sudah sering mendengarnya. Kadang saya juga kasihan kepada anak itu," kata dia.

Lanjut Agus, biasanya seusai dimarahi ibunya, Angeline langsung keluar dan menuju ke kandang-kandang ayam yang memang memenuhi rumah berlantai dua ini.

Selain ke kandang ayam, ia juga mengurung diri ke kamarnya. Pernah suatu kali Angeline bercerita tentang kelakuan ibunya. Kala itu, ia melihat hidung anak yang masih duduk di kelas 2 B sebuah sekolah dasar di Sanur ini keluar darah.

Halaman 1/3
Tags
angeline
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved