Heboh Beras Plastik

Jika Dibakar Beras Meleleh

Isu peredaran beras yang tercampur bahan sintesis itu membuat khalayak masyarakat menjadi resah.

Editor: Nani Rachmaini
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Pedagang beras di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, menunjukkan contoh beras yang sebenarnya, Kamis (21/5/2015) pagi. Pedagang beras harus menghadapi berbagai pertanyaan dari pembeli sejak ditemukannya beras plastik yang meresahkan masyarakat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Peredaran beras plastik menjadi sorotan pada saat ini. Isu peredaran beras yang tercampur bahan sintesis itu membuat khalayak masyarakat menjadi resah.

Pedagang beras di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat Andri (31) memberikan tips bagaimana caranya membedakan beras asli dengan beras plastik. Ia juga mengaku para pelanggannya mulai was - was dan banyak bertanya terkait beras berbahan sintetis tersebut.

Andri memberikan tips kepada konsumennya untuk membakar bulir beras yang dibelinya itu. Jika bulir beras yang didapatkan pembeli sudah dibakar, cermati apa yang terjadi pada bulir beras tersebut.

"Kalau bulir berasnya dibakar dan hasilnya hangus serta menghitam itu tandanya beras asli. Sedangkan jika bulir beras dibakar kemudian meleleh, kemungkinan besar itu beras plastik," ujar Andri saat ditemui di Pasar Cengkareng pada Minggu (24/5/2015).

Ia mengaku memasok beras yang dijajakannya di pasar ini diperolehnya dari Karawang, Jawa Barat. Andri langsung mengambil dari petaninya untuk membeli beras itu.

Dirinya memastikan beras yang dijualnya tersebut tak terkontaminasi bahan sintetis. "Saya pastikan beras yang saya jual ini aman untuk dikonsumsi," ucapnya.

Semenjak isu peredaran beras plastik menggaung di negeri ini, Andri menuturkan omzet penjualannya mengalami penurunan hingga 30 persen. Ia dalam sehari biasanya dapat menjual 1 ton beras.

Di kiosnya beras dibandrol seharga Rp. 7.500 sampai Rp. 8.000 per kilogram. Setelah isu peredaran beras plastik merebak, penjualan menurun menjadi 700 kuwintal per hari. (Andika Panduwinata)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved