Young Ster
190 Penghargaan dalam Tiga Tahun
BAKAT tidak selamanya menurun dari orang tua, namun tanpa dukungan dan bimbingan orang tua,
Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - BAKAT tidak selamanya menurun dari orang tua, namun tanpa dukungan dan bimbingan orang tua, bisa jadi bakat itu akan sulit berkembang. Felisha Bridgitta dan Karen Eveline bisa dibilang beruntung. Kakak beradik ini memiliki bakat seni serta mendapat dukungan kedua orang tuanya. Hanya dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, keduanya sudah mengoleksi lebih dari 190 piala dan piagam penghargaan, khususnya dari bidang menggambar dan mewarnai.
Piala Felisha memang lebih banyak, karena sejak TK ia sudah sering ikut lomba menggambar dan mewarnai. Sedangkan adik bungsunya, Karen, saat ini masih duduk di bangku TK B Bina Kasih. Felisha saat ini duduk di kelas III SD Bina Kasih, dan semenjak adiknya tertarik dengan mewarnai mereka selalu mengikuti lomba bersama-sama.

Ketika Tribun singgah di kediaman mereka, Kamis (9/4) siang tampak lemari kaca di ruang tamu penuh dengan piala-piala keduanya. Felisha yang saat itu mengenakan kaus gaun bergambar Frozen, idolanya, hanya tampak tersenyum. Sesekali ia menggandeng tangan adiknya kemudian bercanda satu sama lain.
Menurut sang mama, Aini, baik Felisha maupun Karen memang sudah menunjukkan minat terhadap seni rupa sejak PAUD. Bahkan saking mendukungnya, sang mama pun sempat memasukkan Felisha untuk kursus menggambar waktu taman kanak-kanak.

Namun yang terpenting menurutnya bukan soal piala maupun juara. Dari hobi sekaligus bakat yang dimiliki kedua putrinya tersebut, mampu memberikan dampak positif bagi keduanya.
“Selain berprestasi, juga melatih keseimbangan otak kanan dan kiri. Jadi belajarnya juga cepat nangkap. Sudah ada buktinya. Dulu adiknya ini kan waktu mulai playgroup agak susah nangkap setelah beberapa ikut lomba jadi cepat daya tangkapnya,” papar Aini.
Meski Karen saat ini masih TK, namun prestasinya bisa dibilang banyak. Puluhan piala dan piagam membuktikan kepiawaiannya. Sang mama pun mengakui ada perubahan positif sejak Karen mengikuti beragam lomba. Perubahan tersebut terlihat dengan lebih mudahnya Karen menerima hal-hal yang ia ajarkan. Perubahan baik tersebut menurutnya tak lepas dari kebiasaannya mengikuti lomba.
“Kalau sedang menggambar mewarnai kan dia harus cepat pilih warna, milih apa kan. Tangannya juga cepat. Jadi bukan cuma supaya dapat piala, tapi melatih supaya pintar juga. Adalah dampak ke belajar,” kata ibu tiga anak ini.
Layaknya anak-anak pada umumnya, Felisha dan Karen tidak selamanya akur ketika menggambar. Saling berebut kertas maupun pensil warna sudah menjadi hal biasa. Bahkan tembok rumah pun sempat penuh corat-coret keduanya.
“Setiap hari pasti ada aja. Yang pasti kertas yang paling cepat habis karena mereka selalu ambil kertas, buat gambar-gambar, jadi rumah ini penuh kertas. Jadi saya selalu sediain kertas HVS mereka suka ambil sendiri, terserah mereka lah mau gambar apa gitu,” ucapnya.
Selain piawai menggambar, Felisha juga memiliki kemampuan akademik yang bagus. Sampai saat ini ia masih memegang juara umum di sekolahnya dan sempat mendapatkan beasiswa selama tiga bulan. Gadis cantik yang bercita-cita menjadi dokter ini mengaku menyukai pelajaran bahasa Inggris.

Felisha Facts
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/07052015_karen_felisha_20150507_173057.jpg)