Selain Ecoli, Ada Jamur di Air Isi Ulang
Staf Sertifikasi dan Unit Layanan Informasi Konsumen BPOM Provinsi Jambi, Sarino mengatakan air isi ulang lebih
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Staf Sertifikasi dan Unit Layanan Informasi Konsumen BPOM Jambi, Sarino mengatakan air isi ulang lebih rentan untuk tercemar ketimbang air minum kemasan.
Menurut Sarino, kesimpulan itu dikarenakan alat sterilisasi yang digunakan depot air minum untuk membebaskan produksinya dari bakteri tak sebagus yang digunakan pabrik air minum kemasan. Sehingga dia menyarankan pada masyarakat yang mengkonsumsi air isi ulang untuk merebusnya terlebih dahulu.
“Air isi ulang itu sebenarnya bukan untuk langsung minum, dia harus direbus dulu, biar bakteri dan jamur yang ada itu mati,” katanya di kantor BPOM Provinsi Jambi, Rabu (8/4).
Dalam air isi ulang, kerap ditemukan mengandung jamur kapang atau kamir. Kata Sarino jamur ini akan tumbuh setelah air isi ulang diendapkan minimal dua hari. Keberadaan jamur tersebut terlihat pada permukaan tempat bekas air yang licin.
“Kan biasanya air isi ulang itu kalau sudah lama ada licin-licinnya, itu tandanya ada jamu kapang, kamir. Kalau dikonsumsi dalan jumlah besar bisa menyebabkan diare,” kata Sarino.