Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pesawat Germanwings Jatuh

Di Gunung dan Sulit Dijangkau, Evakuasi Jenazah Terhambat

Pencarian sulit terhadap 150 korban kecelakaan pesawat terburuk di Perancis dalam beberapa dekade terakhir diputuskan untuk dilanjutkan saat fajar.

Editor: Nani Rachmaini
AFP PHOTO / DENIS BOIS / GRIPMEDIA / AFP TV
Foto yang diambil dari video AFP TV menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat Airbus A320 milik maskapai Germanwings di kawasan pegunungan Alpen, Perancis, Selasa (24/3/2015). Sebanyak 144 penumpang dan 6 awak menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM, SEYNE-LES-ALPES - Pencarian sulit terhadap 150 korban kecelakaan pesawat terburuk di Perancis dalam beberapa dekade terakhir diputuskan untuk dilanjutkan saat fajar Rabu (25/3/2015, saat sejumlah pemimpin Eropa mengunjungi lokasi tragedi itu untuk memberikan penghormatan.

Penerbangan murah Germanwings bernomor penerbangan 4U9525, yang membawa 144 penumpang termasuk 16 remaja Jerman yang pulang dari perjalanan sekolah dan 6 awak, menukik selama delapan menit sebelum menghantam lereng gunung di Pegunungan Alpen Perancis, Selasa. Tak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut.

Upaya para pengendali lalu lintas udara untuk menghubungi para pilot tidak mendapat respons.

Penyebab kecelakaan masih menjadi misteri. Namun pemerintah telah menemukan kotak hitam pesawat Airbus A320 itu di lokasi kecelakaan, di mana puing-puing diyakini tersebar di lahan seluas empat hektar di daerah pegunungan terpencil dan sulit dijangkau, sehingga menghambat upaya penyelamatan.

Lebih dari 300 polisi dan 380 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan. Letnan Kolonel Jean-Marc Menichini mengatakan, satu skuad yang terdiri dari 30 polisi gunung akan melanjutkan upaya untuk mencapai lokasi kecelakaan dengan menggunakan helikopter pada saat fajar hari Rabu, sementara lebih 65 polisi lain mencari akses dengan berjalan kaki. Lima orang investigator telah bermalam di lokasi kejadian.

Butuh waktu "setidaknya seminggu" untuk memeriksa lokasi yang terpencil itu, katanya, dan "setidaknya beberapa hari" untuk mengangkut jenazah.

Pesawat tersebut "benar-benar hancur", kata seorang anggota parlemen lokal yang terbang di atas lokasi itu, yang menggambarkan pemandagan tersebut "mengerikan".

"Bagian-bagian terbesar yang kami bisa identifikasi tidak lebih besar dari tas kerja," kata seorang penyidik.

Sebuah pusat krisis dibentuk di daerah antara Barcelonnette dan Digne-les-Bains bersama pusat kontrol penerbangan darurat untuk mengkoordinasikan penerbangan helikopter ke lokasi kecelakaan.


AFP PHOTO / DENIS BOIS / GRIPMEDIA / AFP TV Foto yang diambil dari video AFP TV menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat Airbus A320 milik maskapai Germanwings di kawasan pegunungan Alpen, Perancis, Selasa (24/3/2015). Sebanyak 144 penumpang dan 6 awak menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Presiden Perancis Francois Hollande, mitranya dari Jerman, Angela Merkel, dan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy diperkirakan akan mencapai tempat kejadian pada sekitar puku 14.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB. Dari 144 penumpang itu kebanyakan warga Jerman dan Spanyol.

Spanyol telah  menyatakan tiga hari berkabung dan mengadakan hening selama satu menit di seluruh negeri pada Rabu siang ini.

Penerbangan murah Germanwings mengatakan pesawat Airbus itu, yang sedang dalam perjalanan dari Barcelona ke Dusseldorf, menukik selama delapan menit tetapi para awak tidak membuat panggilan darurat sebelum jatuh di dekat resor ski Barcelonnette. Turunnya yang cepat "tidak dapat dijelaskan", kata penyidik Marseilles, Brice Robin.

Salah satu kotak hitam pesawat telah ditemukan tetapi tidak jelas apakah itu perekam data penerbangan atau perekam suara di kokpit. Para penyidik akan terus mencari kotak hitam yang kedua pada Rabu ini.

Cuaca tampaknya bukan menjadi faktor dalam kecelakaan itu karena kondisi pada saat itu tenang, kata para pejabat cuaca Perancis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved