Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Beib Layani Tamu dari Pagi sampai Pagi, Di Ruang Sebelah Karaoke

Anak perempuan itu terlihat sedang duduk selonjor di sebuah sofa panjang. Pakaiannya minim, terlalu tinggi di bagian bawah dan terlalu rendah di bagia

Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, BANDAR LAMPUNG - Anak perempuan itu terlihat sedang duduk selonjor di sebuah sofa panjang. Pakaiannya minim, terlalu tinggi di bagian bawah dan terlalu rendah di bagian atas. Meski usianya masih 16 tahun, sehari-hari, anak perempuan tersebut sudah menjalankan lakon sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Sofa yang diduduki Beib berada di dalam sebuah ruang karaoke, yang terletak di satu dari dua kawasan ekslokalisasi di Bandar Lampung. Walaupun berlabel ekslokalisasi, kegiatan "jual beli syahwat" masih terus berlangsung di dua kawasan itu.

Tempat yang ditinggali Beib dimiliki seorang "mami". Beib mengaku baru setahun berada di tempat tersebut. Untuk mendapatkan uang, Beib menemani tamu yang berkaraoke. Beib juga melayani keinginan tamu yang meminta hubungan intim layaknya suami istri.

"Kalau (menemani) karaoke dapatnya tergantung, sekitar Rp 60 ribu-Rp 70 ribu (semalam). Itu uang tips. Kalau uang tips, buat saya semua. Ada (tamu) yang sehabis karaoke ngajak ngamar," ujar Beib, Jumat (12/3).

Kamar-kamar tempat "melayani" tamu berada bersebelahan dengan ruang karaoke. Kedua tempat tersebut dihubungkan sebuah lorong kecil. Apabila dua orang melintas berlawanan arah di lorong tersebut, kedua orang tersebut harus memiringkan badan supaya bisa lewat. Penerangan di lorong tersebut pun tampak redup.

Dari satu kali "layanan kamar", Beib mendapatkan Rp 200 ribu. Menurut Beib, jumlah tersebut merupakan jumlah minimal yang telah ia tentukan. Dalam satu hari satu malam, Beib mengaku, jumlah tamu yang datang tidak tentu.

"Kalau lagi ramai, bisa dari pagi sampai pagi lagi. Karena, ada juga tamu yang datang pagi. Ya, dilayani juga. (Jumlah tamu) mungkin pernah sampai 10 orang. Saya tidak pernah hitung. Tetapi, itu ada juga yang karaoke saja," papar perempuan berkulit putih itu.

Dari setiap transaksi kamar, Beib menuturkan, seluruh uang diberikan kepada "mami". "Mami" kemudian membagi uang tersebut menjadi dua, yaitu Rp 50 ribu sebagai setoran kepada mami, dan Rp 150 ribu sebagai tabungan Beib.

"Kalau untuk sehari-hari, saya pakai uang tips karaoke. Tetapi kalau mau beli apa-apa, seperti beli ponsel, ya pakai uang tabungan. "Mami" juga kadang menawarkan, ada yang mau dibeli tidak. Kalau ada yang mau dibeli pakai uang tabungan itu," kata Beib yang bertubuh mungil.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved