Young Ster
Ilmu Broadcasting dan Obsesi jadi Penulis Profesional
AKHIRNYA keinginan Ninis untuk bertemu novelis idolanya kesampaian. Masuk 30 finalis letter writing competition 2014,
TRIBUNJAMBI.COM - AKHIRNYA keinginan Ninis untuk bertemu novelis idolanya kesampaian. Masuk 30 finalis letter writing competition 2014, ia berkesempatan mendapatkan ilmu langsung dari Darwis Tere Liye di Belitung, beberapa waktu lalu. Raut senang jelas terlihat di wajah pemilik nama lengkap Nisrina Hanifah ini ketika menceritakan pengalamannya tersebut kepada Tribun, Sabtu (7/2) siang. Meski sudah berulang kali memenangi lomba menulis hingga menerbitkan novel sendiri, namun momen lomba kemarin menurutnya sangat berkesan.
“Aku memang sangat suka novel dari Tere Liye karena novelnya lain dari yang lain. Di setiap novelnya itu bicara soal kehidupan dan selalu ada pesan tersirat di dalamnya. Dia sendiri sempat bilang bahwa tujuannya menulis itu murni untuk berbagi. Jadi bukan sekedar fiksi narik keuntungan,” kata siswi kelas 12 IPA1/3 SMAN 1 Jambi ini penuh kagum.
Selain berkesempatan bertemu dengan Darwis Tere Liye, dalam acara tersebut ia juga menemukan teman-teman penulis dari seluruh Indonesia. Tak ketinggalan Andrea Hirata yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya muncul pada puncak acara. Sebelum dipertemukan dalam ajang final, sulung tiga bersaudara ini juga sempat diajak berkeliling negeri Laskar Pelangi, menikmati pemandangan alam, hingga bersantap kuliner khas Belitung.
Itulah satu kebanggannya menjadi seorang penulis. Hal yang tadinya terkesan sulit dicapai, bisa terwujud. Oleh karenanya setelah lulus SMA ia akan mendalami ilmu broadcasting dan penulisan agar mampu menjadi novelis professional.
Menulis sudah dilakoni Ninis sejak SD. Sang mama yang juga seorang penulis menurutnya memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan bakatnya. Awalnya ia hanya diberi buku Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) dan disuruh menulis ringan.
“Jadi ibu waktu itu hanya bawa buku KKPK dan bilang, nih kawan-kawan yang lain saja bisa menulis. Ninis bisa nggak?,” katanya menirukan ucapan sang mama kala itu.
Dari situlah ia mulai termotivasi untuk menulis. Terlebih dua kawannya memiliki minat yang sama dengannya, sehingga ia memiliki kawan belajar selain sang mama. Dari situ ia mulai menorehkan tulisan demi tulisan pendek, hingga ia akhirnya berhasil membuat novel sendiri. Setidaknya ada dua novel yang berhasil diterbitkan ketika ia SD, dan satu novel ketika SMP.
Selain mendapatkan rupiah dari karyanya tersebut, puteri pasangan Ir. Bambang Hariyadi MSI PHd dan Ir Yanti Budiyanti ini juga mendapatkan beasiswa selama SD dan SMP. Sebuah pencapaian yang menurutnya lumayan menarik untuk dirinya.
“Menulis adalah media penyalur khayalan kami. Kita kan sering ngayal, trus ditulis. Akhir-akhirnya jadi ngerasa enak. Alhamdulillah bisa jadi asset juga. Banyak banget manfaat yang dirasakan. Kalau waktu SD sama SMP, kami kan pernah nulis novel jadi sekolah kayak mengakui jadi kami dikasih beasiswa, nggak bayar SPP. Royaltinya juga lumayan. Trus mendatangi daerah kayak ke Belitung kemarin tu kan karena nulis juga. Itu kan modal nulis saja, nggak modal apa-apa. Menurut kami luar biasa,” papar perempuan berjilbab ini. (wahidnurdin)
Nama : Nisrina Hanifah
Panggilan : Ninis
Ttl : Bogor, 16 Oktober 1997
Ayah : Ir. Bambang Hariyadi M.Si, Ph.d
Ibu : Ir. Yanti Budiyanti
Anak ke : 1 dari 3 saudara
Hobi : Baca, makan
Makanan fave : Siomay
Tokoh fave : Tere liye, Sakura, Haruno
Kelas :12 IPA1/3 SMAN 1 Jambi
Prestasi
- 30 finalis letter writting competition 2014
- Juara 1 lomba nulis cerpen tingkat provinsi kantor bahasa,
- juara 2 lomba nulis esai duiujxi 2015,
- juara harapan 1 lomba nulis artikel lingkungan hidup
- menulis 3 novel dan 3 antologi

