7.587 Orang Menggigil, Selama Setahun Positif 172
"Dari persentase temuan kasus lalu kita bagi dengan jumlah penduduk di Muaro Jambi, artinya cuma 0,5 persen dari seribu warga"
Penulis: Andi | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Selama 2014, Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi menemukan 172 kasus malaria tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Muarojambi. Lebih dari sepertiga temuan kasus, yang berarti terbanyak, ada di Kecamatan Kumpeh.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Muarojambi, Afif, mengatakan pihaknya menemukan 25 kasus di Kumpeh, delapan kasus di Puskesmas Jambi Kecil, dan selebihnya dibagi rata di kecamatan lain.
Selama tahun itu, ditemukan tujuh ribu lima ratus lebih kasus warga yang menggigil. "Temuan warga menggigil sebanyak 7.587 per 360 ribu warga. Dan dari jumlah warga yang menggigil itu positif malaria cuma 172 orang saja," kata Afif, beberapa waktu lalu.
Angka tersebut, menurut Afif masih berada di bawah ambang normal. Temuan kasus Malaria masih dalam kondisi normal, apabila ditemukan 1 per seribu warga.
"Dari persentase temuan kasus lalu kita bagi dengan jumlah penduduk di Muaro Jambi, artinya cuma 0,5 persen dari seribu warga. Di bawah ambang normal," tuturnya.
"Kita selama ini terus berupaya menanggulangi nyamuk malaria ini. Dan dari angka yang kita temukan, ini sudah berhasil," tuturnya.
Disebutkannya, selama ini pihaknya sudah berupaya turun ke desa-desa bersama petugas kesehatan untuk penanggulangan. Dinkes juga memberikan kelambu anti nyamuk dan obat abate, selain itu alat pendeteksi penyakit malaria. "Alat ini, diberikan agar warga bisa mendeteksi sendiri punya penyakit malaria atau tidak," kata Afif.
"Tetap kita pantau, dan kita upayakan agar nyamuk Malaria ini, bisa di minimalisir," pungkasnya. (ndi)