Anak Beranak Tewas Terpanggang
Salma Kritis, Ibu dan Dua Adiknya Meninggal, Rumahnya Terbakar
Salmawati (25) masih terbaring lemas di ruang V penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Rabu (26/11).
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun, Dedy Nurdin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Salmawati (25) masih terbaring lemas di ruang V penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher, Rabu (26/11). Sebanyak 70 persen tubuhnya penuh luka bakar.
Pukul 15.32 WIB wanita yang akrab disapa Kiki ini terbaring di atas tempat tidur. Tepat di pojok sebelah kiri ia didampingi kerabatnya serta temannya. Sementara di luar ruangan ramai kerumunan orang-orang dekatnya.
Di wajahnya terpasang alat bantu pernafasan. Dadanya sesekali terangkat seolah kesulitan bernafas. Matanya terus terpejam, sesekali air matanya menetes. Kondisi ini membuat anggota keluarga dan tetangganya terharu menyaksikan peristiwa naas yang baru dialaminya.
Sementara kondisinya kritis, kebakaran yang menimpa kediamannya di RT 07 Desa Sibur Naik, Kecamatan Sabak Timur Kabupaten Tanjab Timur Selasa (25/11) malam kemarin juga merenggut nyawa tiga orang yang sangat dicintainya.
Ia tiba di RSUD Raden Mattaher sekitar pukul 05.00 WIB. Adiknya yang bungsu meninggal pukul 06.00 WIB. Sementara ibunya juga meregang nyawa 3 jam berselang kemudian. "Dia ini anak yang paling tua," kata Mursidin, pamannya saat dibincangi Tribunjambi.com.
Menurut keterangan salah seorang perawat di rumah sakit, 70 persen tubuhnya terbakar. "Yang cukup parah di punggungnya. Mungkin karena lelehan baju yang terbakar," kata Syafii.
Hingga pukul 17.17 WIB tim kesehatan yang menanganinya masih terlihat sibuk berupaya mengobatinya. Apa yang baru dialami Salmah ini turut menggugah hati warga lain yang ada di rumah sakit. "Masih diobservasi terus dokter, kalau mau lebih jelasnya nanti tanya saja sama dokternya," kata Syafii. (*)