Young Ster

Patah Tulang Hingga Begadang

Berjuang dalam sebuah tim dengan latar belakang kesibukan yang beragam menjadi tantangan Widya, Nia dan Uswa saat ini

Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - Berjuang dalam sebuah tim dengan latar belakang kesibukan yang beragam menjadi tantangan Widya, Nia dan Uswa saat ini. Ya, meski mengikuti training center, ketiganya tetap menjalani aktivitas belajar di sekolah seperti biasa. Sehingga tugas sekolah tetap harus diselesaikan. Tak jarang mereka harus begadang belajar usai latihan karate demi nilai yang terjaga.

“Harus imbang ya, sekolah sama karate. Kalau training center kita latihan pagi, siang, sore, malam. Ini pagi tetap sekolah, siang pulang sebentar sambung latihan sore sampai maghrib, malam lagi. Abis latihan baru belajar, kadang sampai begadang. Abis begadang baru tidur, yang penting jangan sampai kosong nilainya. Alhamdulillah belum pernah drop nilainya,” tutur Nia.

Widya barangkali tersibuk dibanding ketiganya, karena selain sekolah dan karate, ia masih ikut club dance. Tapi itu bukan halangan baginya untuk tetap menjalani aktivitasnya tersebut. Karena waktu paling memungkinkan untuk berlatih bersama adalah malam hari, ia harus merubah jadwal dance-nya menjadi sore hari awal pekan.

Sedangkan tantangan Uswa adalah jarak. Kawasan Pijoan, Muaro Jambi, tempatnya tinggal dengan GOR Kota Baru tempatnya latihan cukup jauh. Itu harus ia lakoni selama training center untuk memberikan yang terbaik untuk Jambi.

Selain kelas kata beregu, masing-masing juga bertanding di kelas kata dan kumite perorangan. Cidera saat latihan bukan hal baru lagi bagi ketiganya. Bahkan Nia sempat patah tangan ketika menahan tendangan saat latihan.

“Paling kalau memar atau keseleo, seminggu dua minggu sembuh. Tapi kalau patah harus stop sekitar sebulanan, sampai sembuh. Habis itu latihan lagi seperti biasa,” katanya. 

Masih Sering Tanggung Sendiri

Menjadi atlet yang mewakili daerahnya ke berbagai event nasional, merupakan sebuah kesenangan. Kesenangan karena memiliki kesempatan mengharumkan nama daerah, sekaligus berkesempatan mengenal secara langsung kondisi berbagai wilayah di Indonesia. Namun kesenangan sekaligus perjuangan mereka terkadang harus mereka tanggung sendiri. Sebut saja biaya akomodasi. Nyaris setiap event di luar kota, mereka harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mengharumkan daerahnya sendiri.

“Sejauh ini memang sering pakai uang sendiri, belum ada dana dari kota. Ini gara-gara menang di Cibubur saja makanya gratis ketika berangkat ke Solo besok. Harapannya ya atlet mendapatkan fasilitas yang cukup,” kata Nia, dibenarkan kedua sahabatnya.

Selain biaya akomodasi, mereka berharap ada fasilitas yang mampu menunjang aktivitas latihan mereka. Sejauh ini belum ada gedung khusus sebagai tempat latihan karate di Kota Jambi. Mereka dan seratusan karateka Amura sejauh ini memanfaatkan lapangan di kompleks GOR sebagai tempat berlatih. Kadang mereka juga menggunakan ruangan mungil yang sengaja dibuat pelatih mereka, Faisal, di kediamannya untuk berlatih.

 

Nia Facts

Nama : R Erina Puspita Kurnia Sari

Panggilan : Nia/ Erina

TTL : Falabisahaya, 15 Agustus 1997

Ayah : R Eri Setianto

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved