Joni Tewas Kehabisan Darah Ditikam di Sulak Panjang
TRIBUNJAMBI.COM - Kegiatan hiburan malam di Kabupaten Kerinci memicu terjadinya kericuhan, dan menyebabkan satu orang warga meninggal dunia.
Penulis: edijanuar | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kegiatan hiburan malam di Kabupaten Kerinci memicu terjadinya kericuhan, dan menyebabkan satu orang warga meninggal dunia. Kali ini terjadi di Kecamatan Siulak. Satu orang warga dikabarkan tewas, setelah mengalami pendarahan hebat, karena perutnya tertusuk pisau.
Informasi didapat Tribun dari sejumlah sumber, peristiwa penusukan ini terjadi Senin (13/10) sekitar pukul 00.30, saat acara organ di Desa Sulak Panjang, Kecamatan Siulak.
Korban bernama Joni, yang menderita luka tusuk di perut kiri. Meski sempat dirawat di RSU Mayjend HA Thalib Kerinci, korban akhirnya meninggal akibat kehabisan darah.
"Memang korban sempat dibawa warga ke rumah sakit. Setelah lima menit sampai di rumah sakit, korban meninggal dunia," kata petugas di RSU Mayjend HA Thalib Kerinci.
Luka yang diderita korban cukup parah, dan menembus ke sekitar tulang rusuk. "Sepertinya ditusuk dengan benda tajam seperti pisau. Lukanya kecil, tapi tembus ke bagian dalam," kata petugas ini.
Sementara itu, Kapolsek Gunung Kerinci, AKP Suhardi Sidin dikonfirmasi Tribun via telepon, juga mengakui ada warga di wilayah hukumnya tewas akibat terkena tusukan pisau. "Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 1.30 dini hari. Korbannya adalah Joni alias Joni Jablai (28). Korban warga Desa Koto Beringin, Kecamatan Siulak," katanya.
Joni, kata kapolsek, ditusuk di bagian perut dan akhirnya meninggal di rumah sakit. "Petugas masih menyelidiki, dan meminta keterangan saksi serta mencari barang bukti lainnya," pungkasnya.