Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ratusan Hektare Sawah di Kerinci tak Bisa Digarap

TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan hektare lahan pertanian milik petani di Kabupaten Kerinci, tidak bisa digarap akibat kekeringan

Penulis: edijanuar | Editor: Rahimin

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Edi Januar

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Ratusan hektare lahan pertanian milik petani di Kabupaten Kerinci, tidak bisa digarap akibat kekeringan. Setelah musim kemarau melanda beberapa bulan terakhir.

 Tidak hanya kesulitan menggarap lahan pertanian, petani yang sudah terlanjur menanam padi, juga terancam gagal panen. Soalnya, sawah yang sudah ditanami juga ikut kering.

 "Sawah-sawah di sini rata-rata tadah hujan. Sehingga, saat kemarau mengalami kekeringan. Seperti saat ini, sawah sudah dijadikan tempat bermain sepak bola," kata Ijal, petani di Sitinjau Laut.

 Kerugian petani cukup besar, katanya, selain harus mengganti ulang benih yang sudah ditanam, petani juga harus menggarap ulang lahan yang sudah kekeringan tersebut.

 "Lahan yang sudah digarap harus digarap ulang lagi. Biaya dan waktu yang harus dikeluarkan petani semakin besar. Belum tentu hasilnya nanti bisa bagus," ujarnya.

 Ijal juga mengeluh harga pupuk sangat mahal. Hal senada disampaikan petani lainnya, Herman. Ia mengalami kerugian yang besar, akibat musim kemarau yang melanda wilayah Kerinci. "Kami berharap perhatian dari pemerintah," katanya, Selasa (30/9).

 Tahun ini, kata Herman, petani beberapa kali menanam, namun sering gagal. "Awal tahun dulu, juga banyak sawah yang gagal panen akibat direndam banjir. Sekarang malah gagal panen akibat kekeringan," ia menjelaskan.

 Ia juga berharap, pemerintah daerah bisa mencari solusi, jika terjadi musim kemarau seperti saat ini. Misalnya, dengan mencari jenis tanaman lain yang bisa ditanami di lahan sawah yang kering.

 "Harus ada solusi dari pemerintah daerah. Saat musim kemarau, lahan sawah hanya dibiarkan nganggur begitu saja. Harusnya bisa ditanami jagung atau tanaman lainnya yang sesuai," ujarnya.

 Sementara itu, Bupati Kerinci, H Adirozal, tetap mengandalkan sektor pertanian, sebagai penghasilan terbesar masyarakat.

 Ia mengimbau instansi terkait, untuk melakukan inovasi-inovasi dalam memajukan sektor pertanian.

 "Harus diakui, sektor pertanian menjadi sumber terbesar pendapatan masyarakat di Kerinci. Ini harus diperhatikan instansi terkait. Supaya, petani tidak mengalami kendala di lapangan," katanya.

 Sedangkan Dinas Pertanian Kerinci, sampai saat berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. Pantauan Tribun, adapun sawah-sawah yang kekeringan berada di wilayah Sitinjau Laut. Seperti di Desa Semerah dan Desa Baru semerah.

 Selain itu, sawah di Kecamatan Keliling Danau seperti di Desa Tanjung Pauh, dan beberapa desa di wilayah Danau Kerinci, yang selama ini mengandalkan air hujan yang turun dari langit, mengalami hal serupa. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved