Ps Tebo Hempaskan PS Sarolangun 2-0
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Ps Tebo berhasil mencuri tiga poin dari Ps Sarolangun setelah unggul 2-0 dalam lanjutan Liga Nusantara di
Penulis: Heri Prihartono | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Ps Tebo berhasil mencuri tiga poin dari Ps Sarolangun setelah unggul 2-0 dalam lanjutan Liga Nusantara di Stadion Tri Lomba Juang, Jumat (22/08). Ujang pelatih Ps Tebo mengaku kemenangan ini hasil instropeksi anak asuhnya.
"Anak-anak mendengarkan instruksi dari kami, dengan hasil tiga poin, itu yang kita harapkan," ujarnya. Kemenangan perdana ini menjadi modal Ps Tebo menjalani laga berikutnya. "Mudah-mudahan ke depan selalu memetik poin maksimal," kata Ujang kepada Tribun, Jumat kemarin.
Bustra Desman pelatih PS Sarolangun harus kecewa dengan hasil ini. " Kami tak pernah nginap, bolak balik Sarolangun," ucapnya. Persiapanpun minim, dari segi rekrut pemain. Bahkan tim asal Sarolangun ini pun masih kesulitan dana. Kekalahan kedua ini menjadi evaluasi rotasi pemain. Kemenangan Ps Tebo dipersembahkan Mahmudin pada menit 16 dan 72.
Sementara tim tangguh Ps Kerinci harus mengakui kehebatan Persitajbar. Bermain dengan kekuatan penuh kedua tim saling serang sejak menit awal dimulai. Bahkan wasit menghadiahi kartu kuning kepada kedua kesebelasan. Persitajbar lebih beruntung memenangi pertandingan melalui gol dicetak Tedi Wijaya melalui eksekusi tendangan bebas menit 45.Husaini pelatih Persitajbar puas dengan hasil ini." Skor 1-0 sudah maksimal buat kami," katanya.
Kemenangan ini tak lain berkat antisipasi terhadap pergerakan pemain Ps Kerinci seperti Alex Candra, yang ia tekankan pada anak asuhnya.
Hartoyo Manager Persitajbar lega atas kemenangan ini. " Walaupun harus pulang pergi Tungkal-Jambi. Anak-anak dengan motivasi dan kekuatan penuh, Alhamdulilah kami puas," sambungnya.
Sedangkan Ps Kerinci, harus pulang tanpa gol hingga peluit babak kedua berakhir. Pelatih Ps Kerinci Letmi mengatakan, kekalahan ini akibat pemain yang mengikuti irama permainan anak-anak Persitajbar. "Anak-anak terpancing emosi. Ilang kendali dan tidak stabil permainannya," katanya. (har)