Pendidikan Polwan di Delapan Tempat

Syarat penerimaan calon bintara polri makin banyak keringanan. Tidak hanya standar tinggi badan yang diturunkan, demikian pula dengan

Penulis: muhlisin | Editor: Fifi Suryani
zoom-inlihat foto Pendidikan Polwan di Delapan Tempat
TRIBUNJAMBI/MUHLISIN
UKUR TINGGI - Pengukuran tinggi badan calon polwan di Polres Bungo, Senin (7/4) pagi. Kali ini peluang calon polwan makin terbuka karena rekrutmen dalam jumlah lebih banyak dari sebelumnya.

 

TRIBUNJAMBI.COMMUARA BUNGO – Syarat penerimaan calon bintara polri makin banyak keringanan. Tidak hanya standar tinggi badan yang diturunkan, demikian pula dengan nilai rata-rata ijazah.
Untuk calon bintara pria atau polka, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tinggi badan minimal adalah 163 cm. Yang diturunkan adalah syarat tinggi badan calon brigpol wanita atau polwan. Penerimaan sebelumnya minimal 160 cm, sekarang minimal 155 cm.
Begitu juga syarat administratif nilai ijazah. Jika sebelumnya nilai ijazah minimal 6,5. Kali ini diturunkan menjadi 6,0. Syarat umur juga demikian. Saat dibuka pendidikan, 3 Juni 2014 nanti, minimal 17 tahun lima bulan, dan maksimal 22 tahun. Sebelumnya, batas maksimal umur adalah 21 tahun.
“Memang ada beberapa perubahan. Untuk pendaftaran, polres hanya melakukan penerimaan dan seleksi administrasi. Setelah dinyatakan lulus, proses selanjutnya di Polda Jambi,” ujar Kabag Sumda Polres Bungo, Kompol Nasrul Chan, Senin (7/4).
Nasrul mengatakan, untuk pendidikan, polka dipastikan akan jalani pendidikan di Jambi. Kecuali untuk brimob yang memang sudah punya pusdik atau pusat pendidikan sendiri di Jawa.
Namun tidak demikian dengan calon polwan. Pendidikan polwan disebar ke delapan tempat. Yakni Pusdik Polwan di Ciputat, Jakarta, Pusdin Binmas Banyubiru, Jawa Tengah, dan Pusdik Gaksum di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Tempat pendidikan lainnya adalah di SPN Cisarua Jawa Barat, SPN Lido, SPN Mojokerto, SPN Purwokerto, dan terakhir di SPN Singaraja, Bali. “Untuk polwan memang ada delapan tempat. Tapi kita tidak tahu pendaftar disini akan dididik dimana,” ujar Nasrul lagi.
Menanggapi ini, beberapa pendaftar calon polwan mengaku tak kecut. Seperti diakui Sri, tempat pendidikan sama sekali tidak ia perhitungkan. Yang terpenting baginya adalah lulus menjadi calon bintara polisi.
Gadis dengan rambut sebahu ini juga mengatakan sangat berharap bisa lulus. Terlebih karena kali ini jumlah penerimaan untuk polwan jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sangat berharap lulus lah. Pendidikan dimana saja nggak masalah. Siap lahir bathin. Yang penting kan lulus,” ujar Sri kepada Tribun.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved