Power Full di Tubuh Mungil Nayya
MELIHAT postur tubuhnya yang mungil, siapa sangka Nayya memiliki power yang bagus sebagai drummer.
Penulis: wahid | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - MELIHAT postur tubuhnya yang mungil, siapa sangka Nayya memiliki power yang bagus sebagai drummer. Keahlian itu terlihat saat Tribun menengok sesi latihannya di Yamaha Music School Jambi, Kamis (13/3) siang. Agak kontras dengan satu set drum berukuran besar yang ada di hadapannya, pemilik nama lengkap Nayyara Maharani Putri Toreh ini tampak menikmati setiap ketukan musik yang ia mainkan. Satu tembang dari Avenged Sevenfold yang berjudul Nightmare pun berhasil ia selesaikan secara apik.
Lagu dengan tingkat kerumitan cukup tinggi ini seolah tak membuatnya kepayahan. Padahal melihat komposisi double pedals, hingga simbal yang begitu rapat, orang dewasa sekalipun pada nyatanya belum tentu bisa mengisi fill in drum untuk lagu ini. Selain memang menyukainya, siswi kelas IIIB SD 47 Kota Jambi ini juga berhasil meraih juara harapan I saat membawakan lagu tersebut dalam event PMC Indonesia di Pekanbaru,16 Februari lalu.
Boy, sang ayah yang saat itu mendampingi Nayya menceritakan bahwa kesukaan putri bungsunya terhadap drum sebenarnya belum lama. Praktis baru satu tahun belakangan ini Nayya mengenal dan mulai iseng memainkan alat musik pukul tersebut. Awalnya, Nayya hanya iseng ikut sang kakak latihan menjelang kolaborasi dengan Divo, salah satu drummer andalan Yamaha Music School Jambi. Saat latihan di tempat Divo itulah Nayya mulai tampak tertarik bermain drum.
“Kakaknya di Yamaha music juga, tapi pianis. Jadi waktu itu pihak Yamaha Musik mengadakan satu event, dan dua orang ini (kakak Nayya dan Divo) jadi guest starnya. Mereka kolaborasi. Nah, saat latihan di tempatnya Divo, dia (Nayya) ikut mukul-mukul drum,” paparnya.
Ketika ditanya Tribun seputar bakat bermusiknya, gadis kelahiran 30 Juni ini tak begitu banyak bicara. Sesekali ia hanya tersenyum sembari memainkan rambutnya yang lurus sebahu. Meski begitu ia sempat berceloteh singkat mengenai hobi barunya tersebut.
“Asyik, menyenangkan,” jawab Nayya sembari tersenyum.
Ruri Hidayat, guru pembimbing Nayya di kelas drum mengakui putri pasangan Boy Toreh dan Sri Rejeki ini memiliki potensi yang besar. Memulai kelas dari nol, Nayya menurutnya mampu berkembang pesat. Ia mampu menerima materi dan mempraktikkannya dalam jangka waktu lebih cepat dari rata-rata anak kebanyakan.
Uniknya, selama dua bulan pertama ikut kursus di Yamaha Music, Nayya hanya berlatih berbekal drum buatan sang ayah. Waktu itu sang ayah membuatkan drum dari pipa peralon sebagai tom, peti kayu untuk bass drum, serta tutup roti kaleng sebagai pengganti simbal. Kesemuanya ditata layaknya set drum pada umumnya. Dengan peralatan sederhana itu Nayya sudah tampak serius belajar, dan berhasil mengikuti satu lagu berdurasi panjang, dari awal sampai akhir.
“Dari beberapa pertemuan, saya tengok kok bisa ini, makanya saya sedih juga lihatnya kan, latihan pakai itu (drum peralon). Makanya sekarang saya belikan satu set drum beneran,” ujar sang ayah.
Alhasil dalam ajang PMC Indonesia untuk wilayah Sumatera, Nayya menjadi peserta termuda dengan usianya yang masih delapan tahun. Karena kategori ditentukan dari materi buku, ia harus bersaing melawan anak usia belasan tahun, yang secara power dan postur tubuh lebih matang darinya. Namun pengagum Meytall Cohen ini membuktikan kepiawaiannya.
Meski menyukai drum, namun Nayya tidak lupa dengan urusan sekolahnya. Terbukti sejak kelas I SD penyuka pelajaran Bahasa Indonesia ini selalu masuk peringkat sepuluh besar.
=== NAYYA FACT ===
Nama : Nayyara Maharani Putri Toreh
Panggilan : Nayya
TTL : Jambi, 30 Juni 2005
Ayah : Boy Toreh
Ibu : Sri Rejeki
Anak ke : 2 dari 2 bersaudara
Hobi : Main drum, nonton Upin&Ipin
Makanan fave : -
Tokoh fave : Meytall Cohen
Kelas IIIB, SD 47 Kota Jambi
Prestasi:
- Juara harapan I PMC Indonesia tingkat Sumatera



