Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Hidup Mewah Pelajar

Bawa Mobil ke Sekolah, Aya Pilih Parkir Berbayar

TRIBUNJAMBI.COM - "Kan saya gak pakai badan jalan, jadi nggak melanggar," kata Aya (nama samaran), siswi SMAN 3 Jambi

Penulis: Frima Ayu Septya | Editor: Rahimin

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Frima AYu Septya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - "Kan saya gak pakai badan jalan, jadi nggak melanggar," kata Aya (nama samaran), siswi SMAN 3 Jambi, dijumpai di mobilnya saat ditanya mengenai alasan membawa mobil ke sekolah, Sabtu (1/3).

 Aya, satu di antara pelanggan lahan parkir di sekitar SMAN 3, milik warga. Setiap bulannya Aya membayar Rp 50 ribu kepada warga. Empat siswa lainnya juga menjadi langganan parkir di lahan warga.

 Langkah yang diambil Aya tidak jauh berbeda dengan siswa SMAN 1, Joni dan kawan-kawan. Joni (nama samaran), Joko (nama samaran) dan Dono (nama samaran) mencari tempat parkir di luar sekolah.

 Larangan memarkirkan mobil di badan jalan, membuat Dirga dan kawan-kawan memarkirkan mobilnya di halaman perkantoran yang terletak di seberang jalan SMA 1 Jambi. 

 Ketiga siswa ini mengakui membayar Rp 60 ribu per bulan untuk biaya parkir di areal kantor pemancar radio tersebut. "Kami bayar ke ibu yang ada di sana," kata satu di antara siswa.

 Dikonfirmasi, ibu yang dimaksud siswa yang menjadi langganan parkir membantah pernyataan ketiga siswa tersebut.

 "Jangan tanya sama saya, tanya saja sama anak- anak itu, atau tanya pihak sekolah," katanya bernada tinggi. 

 Namun, ibu berambut putih itu tidak menjawab pertanyaan soal biaya parkir, dan minta Tribun menunjukkan kartu pers. "Untuk lebih afdhol tanyakan kepada kepala kantor pemilik tanah," katanya.

 Pantauan Tribun, padatnya volume kendaraan dan keterbatasan lahan parkir, menyebabkan pihak sekolah tidak menyediakan parkir roda empat bagi siswa. 

 Sebelum ditertibkan beberapa waktu lalu, banyak siswa yang memilih memarkirkan mobil di sepanjang badan jalan di depan sekolah mereka.

 Wakil Kesiswaan SMAN 5 Jambi, Tanda Tarigan menegaskan tidak memperbolehkan siswa memarkirkan mobil mereka di sepanjang badan jalan depan SMAN 5.

 "Kalau masih ada siswa yang melanggar setelah kami beri peringatan, ban mobilnya kami kempeskan satu," katanya. Tanda Tarigan mengetahui ada siswa yang tetap membawa mobil dan menyewa tempat parkir di rumah-rumah sekitar sekolah. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved