Perayaan Imlek

Melepas Sial Bersama Burung

TRIBUNJAMBI.COM, - Tidak sedikit yang mencoba untuk mengambil peruntungan dari moment hari raya Imlek

Penulis: Awang Azhari | Editor: Deddy Rachmawan

Laporan Wartawan Tribun, Awang Azhari

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI -  Tidak sedikit yang mencoba untuk mengambil peruntungan dari moment hari raya Imlek yang jatuh pada, Minggu (10/2).
Seperti yang dilakukan oleh Sarnubi (35). Ia bersama lima rekannya datang ke Kota Jambi untuk menjual burung pipit di Klenteng Siuw San Teng, yang terletak di Kampung Manggis Kelurahan Cempaka Putih, Kota Jambi.

Pria yang merupakan warga asli Ogan Kemering Ilir Sumatera Selatan ini, sehari-hari biasa menjual burung pipit di Kota Palembang. sejak Sabtu, (9/2) sekitar pukul 15.00, Sarnubi bersama rekan-rekannya berangkat dari Kota Palembang menuju Jambi, dan lansung ke Klenteng Siuw San Seng. "Kami memang setiap Imlek ke Klenteng ni, sudah lima tahun terakhirlah," ujarnya kepada Tribun, Minggu (10/2).

Sejak Minggu (10/2) sekitar pukul 03.00 dinihari, dirinya menjajakan burung pipit kepada para pengunjung Klenteng yang ingin melakukan sembahyang. Hingga pukul 13.20 siang, Sarnubi telah berhasil menjual 400 ekor burung pipit. Uang yang didapatkannyapun sebanyak Rp. 1,5 juta. Ia mengaku sangat bersyukur tahun ini pembeli cukup ramai.

Seekor burung pipit yang semuanya telah diwarnai dengan berbagai macam warna ini, ia jual dengan harga Rp 5 ribu. Dari Palembang Sarnubi membawa 1000 ekor burung pipit. "Burung ini kami beli dari agen di Palembang, biasanya agen dapat dari pemburu yang menjerat burung pipit di alam," ujarnya. Sarnubi mengatakan, kebanyakan warga Tionghoa yang membeli burung pipit tersebut untuk dilepas lagi. "Tidak tau pasti maknanya apa, tapi ada yang bilang untuk buang sial," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved