Rabu, 10 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Peninggalan Jepang di Bandara Sutha Sulit Dikunjungi

TRIBUNJAMBI.COM - Tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan bunker Jepang yang dibangun di zaman pendudukan Jepang di Kota Jambi.

Tayang:
Penulis: bandot | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan bunker Jepang yang dibangun di zaman pendudukan Jepang di Kota Jambi. Bangunan yang terbuat dari beton dengan ukuran 4x4 meter itu berada di dalam kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi.

LETAKNYA yang berada persis di pinggir landasan pesawat tidak memungkinkan bagi warga masyarakat bebas memasuki peninggalan sejarah yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi. Wilayah kerja: Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, serta Bengkulu.
Bangunan yang berbentuk semi lingkaran tersebut masih terlihat kokoh meski sudah berusia puluhan tahun. Sebuah gembok besar terlihat menggantung di pintu setinggi lebih kurang 1,5 meter yang terbuat dari baja.
Jendela berbentuk persegi panjang seukuran sekitar setengah meter terlihat di berbagai sisi bangunan itu. Jendela atau lebih pas disebut lubang di tembok beton ini sepertinya merupakan tempat serdadu negeri matahari terbit meletakkan moncong senapannya.
Melongok ke dalam sebuah meja dari beton terlihat berada di tengah ruangan yang berukuran sekitar 3-4 meter itu.  
Diperkirakan dibangun antara tahun 1942-1945, bunker tersebut dulunya digunakan sebagai satu di antara sistem pertahanan tentara pendudukan Jepang di Provinsi Jambi untuk menangkal serangan udara.
"Bangunan itu memiliki nilai sejarah, merupakan peninggalan perjuangan kemerdekaan," kata Kristanto Pokja Pemugaran BP3 Jambi, Jumat (8/2) siang. Setelah hengkangnya dai Nippon dari tanah Jambi maka bangunan tersebut tidak lagi difungsikan sebagaimana awal dibangunnya bunker yang terbuat dari cor beton itu.
"Bunker Jepang merupakan satu di antara benda cagar budaya yang dilindungi yang ada di Kota Jambi, dan sampai sekarang masih terus dipelihara," kata Kristanto. Seorang petugas atau disebut juru kunci menurutnya rutin membersihkan bangunan yang letaknya tidak jauh dari bangunan VIP Room Bandara Sultan Thaha yang baru dibangun.
Sejurus dengan rencana Pemerintah Provinsi Jambi untuk membangun bandara yang memiliki kelebihan dengan adanya kebun binatang dan juga rumah-rumah adat di kawasan eks-arena MTQ, Bunker Jepang merupakan satu di antara tempat yang bisa dijadikan aset pariwisata.
"Ini merupakan peninggalan sejarah, dan mesti dilindungi karena ini juga aset pariwisata," kata Gubernur Jambi Hasan Basri Agus yang beberapa waktu lalu melihat dari dekat bangunan peninggalan sejarah tersebut.
Sebelumnya berdasarkan pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jambi dan pihak Angkasa Pura  selaku pengelola bandara rencananya bandara Jambi yang baru bakal mengadopsi konsep zoo airport, satu-satunya yang mempunyai konsep ini di Asia Tenggara.
"Pihak Angkasa Pura meminta agar kebun binatang tidak dipindahkan malah dijadikan nilai lebih dari bandara ini, dan kita bersyukur kita tidak bingung lagi memikirkan kemana kebun binatang bakal dipindahkan," kata gubernur. Menurutnya pengelolaannya nanti seperti apa hal tersebut masih dalam pembahasan antara pemprov dan Angkasa Pura.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved