Banjir Merangin
Korban Banjir Merangin Minta-minta di Jalan
TRIBUNJAMBI.COM - Banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Merangin, berangsur-angsur mulai surut
Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heru Pitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Merangin, berangsur-angsur mulai surut. Namun, korban banjir di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, yang mengungsi ke jalan lintas terpaksa meminta-minta di Jalan.
Pantauan Tribun, Kamis (7/2) anak-anak dan orang dewasa meminta sumbangan pada para pengguna jalan yang melintasi sepanjang jalan Bangko-Bungo.
Mereka meminta sumbangan dengan menyodorkan kardus kosong kepada pengguna jalan, dengan harapan mendapatkan uang. Sehingga bisa mengurangi beban mereka yang berada di pengungsian.
Banyaknya warga yang meminta, mengakibatkan arus lalu lintas sedikit terganggu. Pengendara harus ekstra hati-hati jika melintas di jalan tersebut.
"Ramai juga mereka yang meminta sumbangan, mereka berdiri di tengah jalan menyodorkan kardus kosong kepada kita. Jadi ya kita harus hati-hati," ujar Jefri, pengendara mobil yang melintas dari arah Bangko.
Sementara, air yang mengenangi ribuan rumah warga hingga ketinggian empat meter mulai telihat surut. Sebagian rumah masih terendam dengan ketinggian mencapai dua meter.
"Saat ini warga sebagian ada yang bertahan di rumah mereka. Ada juga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," ujar Kasi Penanggulangan Bencana, BPBD Merangin, Afrizal.
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Merangin, berangsur-angsur mulai surut. Namun, korban banjir di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, yang mengungsi ke jalan lintas terpaksa meminta-minta di Jalan.
Pantauan Tribun, Kamis (7/2) anak-anak dan orang dewasa meminta sumbangan pada para pengguna jalan yang melintasi sepanjang jalan Bangko-Bungo.
Mereka meminta sumbangan dengan menyodorkan kardus kosong kepada pengguna jalan, dengan harapan mendapatkan uang. Sehingga bisa mengurangi beban mereka yang berada di pengungsian.
Banyaknya warga yang meminta, mengakibatkan arus lalu lintas sedikit terganggu. Pengendara harus ekstra hati-hati jika melintas di jalan tersebut.
"Ramai juga mereka yang meminta sumbangan, mereka berdiri di tengah jalan menyodorkan kardus kosong kepada kita. Jadi ya kita harus hati-hati," ujar Jefri, pengendara mobil yang melintas dari arah Bangko.
Sementara, air yang mengenangi ribuan rumah warga hingga ketinggian empat meter mulai telihat surut. Sebagian rumah masih terendam dengan ketinggian mencapai dua meter.
"Saat ini warga sebagian ada yang bertahan di rumah mereka. Ada juga yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," ujar Kasi Penanggulangan Bencana, BPBD Merangin, Afrizal.