Rabu, 13 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penyimpangan Dana BOS

MIN di Kerinci Diduga Gelembungkan Jumlah Murid

TRIBUNJAMBI.COM - Jumlah murid di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Semerah, diduga sengaja digelembungkan

Tayang:
Penulis: edijanuar | Editor: Deddy Rachmawan

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Jumlah murid di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Semerah, diduga sengaja digelembungkan oleh pihak sekolah, untuk meningkatkan jumlah penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dari hasil penelusuran Tribun, jumlah murid di MIN Semerah pada tahun 2012 lalu hanya 81 orang, yang terdiri dari murid kelas I A sebanyak 11 orang, kelas I B 15 orang, kelas II sebanyak 13 orang, kelas III sebanyak 9 orang, kelas IV sebanyak 7 orang, dan kelas V sebanyak 15 orang, serta kelas VI sebanyak 11 orang.
Namun, data yang didapat Tribun dari kertas kerja RKA-KL tahun anggaran 2012, pihak sekolah menyampaikan laporan bahwa jumlah murid mencapai 151 orang, sehingga terdapat perbedaan 70 orang murid, dan jumlah dana BOS yang diterima oleh sekolah tersebut, naik drastis menjadi Rp 87.580.000 per tahun.
Menariknya lagi, meski mempunyai dana BOS yang cukup besar, sejumlah wali murid mengaku dana tersebut tidak sampai kepada anak mereka, untuk membantu meringankan biaya pendidikan.
"Memang ada pembuatan baju untuk murid, namun itu tahun 2011 lalu. Sedangkan 2012 lalu, tidak ada dana yang diterima oleh murid di MIN Semerah," ujar seorang wali murid yang meminta namanya dirahasiakan, saat dikonfirmasi, Selasa (15/1).
Dia mengatakan, sejak Subkhan menjabat sebagai Kepala Sekolah 2010 lalu, banyak hak murid yang sebelumnya pernah didapatkan, tidak lagi diterima. "Kami minta agar kepala sekolahnya diganti," katanya.
Saat Tribun datang ke sekolah dan mewawancarai sejumlah guru, mereka mengaku tidak mengetahui soal jumlah dan pengelolaan dana BOS. "Itu urusan kepala sekolah dan bendahara. Kalau kami banyak bertanya, takutnya kepala sekolah marah," kata seorang guru yang enggan menyebutkan namanya.
Tidak hanya soal keberadaan dana BOS, sejumlah dana lainnya di sekolah tersebut, juga tidak jelas penggunaannya, seperti dana transport siswa miskin, akomodasi lomba, dan pelatihan profesi guru. Padahal di dalam RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) disediakan sebesar Rp 12. 280.000, namun guru mengaku dana tersebut tidak digunakan.
"Tidak ada pemberian transportasi siswa miskin. Selain itu selama 2012 ini juga tidak ada murid yang ikut perlombaan, karena kegiatan ekstra tidak ada. Satu orang guru yang berangkat pelatihan di 2012 ini, hanya mendapatkan tiket saja, yang nilainya sekitar Rp 200 ribu," kata  guru dengan lugas.
Honor kegiatan intra dan ekstrakurikuler misalnya, yang dananya sebesar Rp 14.200.000, juga tidak digunakan. "Di sekolah ini tidak ada kegiatan pramuka atau kegiatan ekstra lainnya. Kegiatan intra hanya berlangsung saat pagi saja, itu dilakukan oleh guru piket tanpa adanya honor," kata guru lainnya.
Demikian juga dengan pengadaan meubeler ruang perpustakaan, yang jumlah dananya sebesar Rp 25 juta, dan biaya pemeliharaan gedung yang dananya mencapai Rp 20 juta lebih, juga diduga tidak digunakan oleh pihak sekolah. Ditambah dengan pengadaan ATK yang jumlahnya mencapai Rp 7.350.000 per tahun.
Selain itu ada juga dana belanja non-operasional lainnya, yang mencapai Rp 17.500.000, belum lagi dana kosumsi rapat dan kegiatan sekolah lainnya, yang mencapai Rp 17.300.000, ditambah dengan dana pembelian buku referensi dan panduan guru sebesar Rp 5.500.000, dan pembelian media pembelajaran sebesar Rp 13.300.000.
"Selama 2012 ini, setahu saya tidak ada pengadaan meubeler ruangan perpustakaan. Memang ada pengadaan meja, namun itu 2011 lalu. Jangankan untuk perpustakaan, untuk pegawai saja masih kekurangan meja," katanya lagi.
Sedangkan untuk pemeliharaan sekolah, dia mengaku sepanjang 2012 ini hanya dilakukan satu kali pengecatan sekolah, dan perbaikan loteng.
"Biayanya juga tidak menghabiskan dana Rp 20 juta. Kami benar-benar tidak tahu soal dana ini," tambah guru. Ia meminta Tribun menanyakan soal dana bos tersebut ke komite sekolah.
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved