Penyimpangan Dana BOS
Kepala MIN Bantah Palsukan Jumlah Murid
TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Semerah, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Subkhan Kasim, membantah
Tayang:
Penulis: edijanuar | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Semerah, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Subkhan Kasim, membantah menggelembungkan jumlah murid, dengan tujuan agar penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bertambah.
Dia mengatakan, terjadinya selisih jumlah murid dalam laporannya dengan jumlah yang sebenarnya, karena perkiraan jumlah pada murid dilakukan sejak awal tahun, yang memang harus dilebihkan. Menurutnya itu disebabkan pihak sekolah tidak bisa memprediksi berapa jumlah siswa baru yang akan masuk pada bulan Juli.
"Makanya harus diprediksi saat awal tahun. Seperti DIPA tahun ini, yang harus diusulkan sejak tahun lalu," ujar Subkhan, saat dikonfirmasi Tribun melalui telepon, karena saat ditemui di sekolah, sedang tidak berada di tempat, Selasa (15/1).
Menjawab soal penggunaan dana BOS, dia mengatakan penggunaan BOS di sekolahnya sudah sesuai prosedur yang ada. "Silakan cek di lokal, hanya MIN Semerah yang membeli buku lengkap dari kelas I sampai kelas VI," katanya.
Selain itu, dia juga mengaku hanya sekolahnya saja yang buat baju untuk murid dari kelas 1 sampai kelas VI. "Silakan tanya langsung, di MIN lain tidak ada yang seperti saya," jelasnya lagi. Dia pun mengaku sudah melakukan yang terbaik untuk siswa MIN Semerah.
Subkhan menyebutkan, dirinya juga tidak pernah meminta sumbangan ataupun iuran dalam bentuk apapun kepada murid. "Saya sangat mengerti di sekolah saya banyak siswa yang tidak mampu, makanya saya tidak bebankan siswa. padahal beberapa waktu lalu sekolah lain iuran beras," katanya.
Di samping memberikan seragam gratis, fasilitas belajar seperti spidol, penghapus, dan perlengkapan lain juga sudah dilengkapi. "Niat saya sudah benar-benar ingin membangun MIN Semerah. Bahkan karena kejujuran saya, banyak yang tidak senang dengan saya," katanya.
Hanya saja, saat ditanya dana penggunaan dana BOS, dia meminta Tribun menghubungi stafnya yang benama Herman. "Datanya silakan ambil dengan Herman. Saya punya keinginan orang yang bertugas mengeluarkan uang adalah guru yang berasal dari putra daerah," sebutnya.
Menurutnya selain untuk murid, dana BOS tersebut juga untuk operasional, termasuk untuk beli spidol, acara Maulid dan Isra Miraj. "Penggunaannya tidak untuk siswa semuanya," katanya. (eja)
Dia mengatakan, terjadinya selisih jumlah murid dalam laporannya dengan jumlah yang sebenarnya, karena perkiraan jumlah pada murid dilakukan sejak awal tahun, yang memang harus dilebihkan. Menurutnya itu disebabkan pihak sekolah tidak bisa memprediksi berapa jumlah siswa baru yang akan masuk pada bulan Juli.
"Makanya harus diprediksi saat awal tahun. Seperti DIPA tahun ini, yang harus diusulkan sejak tahun lalu," ujar Subkhan, saat dikonfirmasi Tribun melalui telepon, karena saat ditemui di sekolah, sedang tidak berada di tempat, Selasa (15/1).
Menjawab soal penggunaan dana BOS, dia mengatakan penggunaan BOS di sekolahnya sudah sesuai prosedur yang ada. "Silakan cek di lokal, hanya MIN Semerah yang membeli buku lengkap dari kelas I sampai kelas VI," katanya.
Selain itu, dia juga mengaku hanya sekolahnya saja yang buat baju untuk murid dari kelas 1 sampai kelas VI. "Silakan tanya langsung, di MIN lain tidak ada yang seperti saya," jelasnya lagi. Dia pun mengaku sudah melakukan yang terbaik untuk siswa MIN Semerah.
Subkhan menyebutkan, dirinya juga tidak pernah meminta sumbangan ataupun iuran dalam bentuk apapun kepada murid. "Saya sangat mengerti di sekolah saya banyak siswa yang tidak mampu, makanya saya tidak bebankan siswa. padahal beberapa waktu lalu sekolah lain iuran beras," katanya.
Di samping memberikan seragam gratis, fasilitas belajar seperti spidol, penghapus, dan perlengkapan lain juga sudah dilengkapi. "Niat saya sudah benar-benar ingin membangun MIN Semerah. Bahkan karena kejujuran saya, banyak yang tidak senang dengan saya," katanya.
Hanya saja, saat ditanya dana penggunaan dana BOS, dia meminta Tribun menghubungi stafnya yang benama Herman. "Datanya silakan ambil dengan Herman. Saya punya keinginan orang yang bertugas mengeluarkan uang adalah guru yang berasal dari putra daerah," sebutnya.
Menurutnya selain untuk murid, dana BOS tersebut juga untuk operasional, termasuk untuk beli spidol, acara Maulid dan Isra Miraj. "Penggunaannya tidak untuk siswa semuanya," katanya. (eja)