Mantan Bupati Nangis di Bandara Bungo

TRIBUNJAMBI.COM– Tepat pukul 13.10, pesawat jet BAE 146-200 mendarat di Bandara Muara Bungo

Penulis: muhlisin | Editor: Deddy Rachmawan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Tepat pukul 13.10, pesawat jet BAE 146-200 mendarat di Bandara Muara Bungo. Pesawat yang terbang dari yang dioperasikan maskapai Aviastar ini mendarat mulus pada landing pertama di bumi Langkah Serentak Limbai Seayun.

Melintas sekitar 350 meter di depan bangunan utama bandara, pesawat berbadan warna putih dengan kombinasi biru, menghilang di balik gundukan tanah yang menutup pandangan dari gedung utama. Tempuk tangan ratusan orang yang berdiri menonton dari atas balkon gedung mengiringi landing pertama ini.

Tak lama berselang pesawat ini mulai berjalan membalik kearah depan gedung utama. Hanya butuh sekitar lima menit sampai pesawat ini benar-benar berhenti sempurna di depan gedung.

Seorang pramugari berpakaian warna biru terang membuka pintu bagian kiri pesawat. Tangga otomatis juga langsung terbentang hingga ke atas lantai lapangan parkir pesawat yang terbuat dari semen.

Seorang pria berumur 60-an tahun turun dari pesawat. Dengan tangan kirinya ia menenteng sebuah tas kertas bermotif batik kekuningan. Jas hitam dan celana dasar warna senada menampilkan kesan gagah kepada pria ini. Dialah Zulfikar Achmad (ZA), mantan bupati yang memimpin Kabupaten Bungo selama dua periode (10 tahun).

Bersama kapeten pilot Herlis Simanjuntak dan awak pesawat, ZA sempat beberapa saat berdiri berjejeran di depan tangga. Sejurus kemudian mulai melangkah menuju gedung utama, dimana Wakil Bupati Bungo H Mashuri, Dandim 0516 Bute Letkol Inf Jhonny Jamaris, serta Kajari Bungo Darwin Noor sudah menunggu.

Dua gadis berpakaian adat Bungo juga menanti dengan kalungan bunga. Tak hanya untuk ZA, tapi juga untuk Herlis yang dalam usia tuanya masih tampak gagah dengan pakaian pilot berwarna putihnya.

Sejenak kemudian ZA langsung melayani ramah pemburu berita. Selama wawancara, tampak ada cairan bening yang menggantung di kedua bola matanya. Dan air mata itu benar-benar jatuh ketika ditanya Tribun apakah ia ingin menangis?

“Menangis. Ya betul. Terharulah. Apa yang kita cita-citakan Alhamdulillah berhasil. Itu saja,” ujar ZA sembari menghapus air matanya.

Sebagai perintis Bandara Muara Bungo, ZA mengatakan bandara ini adalah kepentingan semua pihak. Ia mengaku mendapat dukugan luar biasa saat menggagas dan membangun bandara yang berlokasi di Desa Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah ini. (lis)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved