Runway Bandara Bungo Diperpanjang 400 Meter
TRIBUNJAMBI.COM - Pada 2013 nanti, Bandara Muara Bungo kembali mendapat suntikan dana.
Tayang:
Penulis: muhlisin | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pada 2013 nanti, Bandara Muara Bungo kembali mendapat suntikan dana. Tambahan dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, baik perbaikan fisin maupun operasional.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta mengatakan, pihaknya sudah menyetujui anggaran untuk peningkatan infrastruktur Bandara Muara Bungo. "Kalau tidak salah sekitar Rp 21 miliar lebih," ujarnya dikonfirmasi per telepon, Rabu (12/12) sore.
Kata Effendi, dana itu sifatnya dihibahkan. Penggunaan dan pengelolaan dana tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Bungo. Namun demikian pihak pemprov tetap akan melakukan pengawasan secara ketat.
"Digunakan untuk peningkatan infrastruktur jalan menuju bandara. Kemarin waktu jemput ketua umum Anas Urbaningrum ---Ketua DPP Partai Demokrat---, saya lihat kondisi jalannya memang harus ditingkatkan," katanya.
Soal penambahan dana ini, Kadis Perhubungan Bungo Syahrirudin juga mengatakan, ada suntikan dana bersumber dari APBN, ABPD Provinsi Jambi, dan APBD Bungo. Dana tersebut diantaranya diperuntukkan perpanjangan landasan pacu (runway), dan peningkatan akses jalan menuju bandara yang berada di Desa Sungai Buluh ini.
"Landasan pacunya memang akan ditambah lagi 400 metter. Dananya dari APBN Perubahan 2012, Rp 35 miliar," ujarnya ditemui di kantornya, Rabu (12/12).
Selain dana dari APBN Perubahan, APBN murni 2013 juga kembali mengucurkan dana dalam jumlah yang cukup besar, yakni Rp 23 miliar. Dana ini, kata Syahrirudin, akan digunakan untuk peningkatan fisik bandara.
Tak hanya mengandalkan dana dari APBN, pemprov dan pemkab juga terus mengalirkan dana ke bandara yang sudah mulai beroperasi ini. Diakuinya pada APBD provinsi 2013 sudah disetujui dana sebesar Rp 21 miliar.
"Dana APBD Bungo juga sekitar Rp 23 miliar. Tapi itu sudah termasuk operasional bandara. Untuk fisiknya Rp 16 miliar," Syahrirudin menjelaskan.
Beberapa waktu lalu bandara ini sudah beroperasi melayani dua rute penerbangan ke Jambi dan Bengkulu. Penerbangan belum begitu intensif, hanya dua kali seminggu dengan pesawat Cassa 212-200 berpenumpang 12 orang.
Mulai 18 Desember nanti, rute baru Muara Bungo - Jakarta akan dibuka. Penerbangan dijadwalkan setiap hari oleh maskapai Aviastar yang akan mengoperasikan jenis pesawat BAE dengan 96 seat (kursi).
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pada 2013 nanti, Bandara Muara Bungo kembali mendapat suntikan dana. Tambahan dana tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, baik perbaikan fisin maupun operasional.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta mengatakan, pihaknya sudah menyetujui anggaran untuk peningkatan infrastruktur Bandara Muara Bungo. "Kalau tidak salah sekitar Rp 21 miliar lebih," ujarnya dikonfirmasi per telepon, Rabu (12/12) sore.
Kata Effendi, dana itu sifatnya dihibahkan. Penggunaan dan pengelolaan dana tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Bungo. Namun demikian pihak pemprov tetap akan melakukan pengawasan secara ketat.
"Digunakan untuk peningkatan infrastruktur jalan menuju bandara. Kemarin waktu jemput ketua umum Anas Urbaningrum ---Ketua DPP Partai Demokrat---, saya lihat kondisi jalannya memang harus ditingkatkan," katanya.
Soal penambahan dana ini, Kadis Perhubungan Bungo Syahrirudin juga mengatakan, ada suntikan dana bersumber dari APBN, ABPD Provinsi Jambi, dan APBD Bungo. Dana tersebut diantaranya diperuntukkan perpanjangan landasan pacu (runway), dan peningkatan akses jalan menuju bandara yang berada di Desa Sungai Buluh ini.
"Landasan pacunya memang akan ditambah lagi 400 metter. Dananya dari APBN Perubahan 2012, Rp 35 miliar," ujarnya ditemui di kantornya, Rabu (12/12).
Selain dana dari APBN Perubahan, APBN murni 2013 juga kembali mengucurkan dana dalam jumlah yang cukup besar, yakni Rp 23 miliar. Dana ini, kata Syahrirudin, akan digunakan untuk peningkatan fisik bandara.
Tak hanya mengandalkan dana dari APBN, pemprov dan pemkab juga terus mengalirkan dana ke bandara yang sudah mulai beroperasi ini. Diakuinya pada APBD provinsi 2013 sudah disetujui dana sebesar Rp 21 miliar.
"Dana APBD Bungo juga sekitar Rp 23 miliar. Tapi itu sudah termasuk operasional bandara. Untuk fisiknya Rp 16 miliar," Syahrirudin menjelaskan.
Beberapa waktu lalu bandara ini sudah beroperasi melayani dua rute penerbangan ke Jambi dan Bengkulu. Penerbangan belum begitu intensif, hanya dua kali seminggu dengan pesawat Cassa 212-200 berpenumpang 12 orang.
Mulai 18 Desember nanti, rute baru Muara Bungo - Jakarta akan dibuka. Penerbangan dijadwalkan setiap hari oleh maskapai Aviastar yang akan mengoperasikan jenis pesawat BAE dengan 96 seat (kursi).