Fajar Khawatir Pembangunan DPKAD tak Selesai
TRIBUNJAMBI.COM - Pembangunan kantor baru Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Merangin dikhawatirkan tak selesai
Penulis: jariyanto | Editor: Rahimin
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jariyanto
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pembangunan kantor baru Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Merangin dikhawatirkan tak selesai menjelang berakhirnya anggaran 2012 ini. Pasalnya, proses pembangunan sempat tertunda hampir satu bulan lebih. Kendalanya terkait permasalahan lokasi, sehingga terjadi tarik ulur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP) Merangin, Fajarman mengatakan, ada kekhawatiran pembangunan gedung baru DPKAD tidak selesai. Namun, PU sudah berkoordinasi dengan pengawas di lapangan, sehingga tetap bisa selesai.
"Selagi pelaksanaan oleh pengawas lapangan bisa mengikuti apa yang kita arahkan dan sarankan, mudah-mudahan bisa selesai pada pertengahan atau paling lambat akhir Desember," katanya, kepada Tribun, Jumat (30/11).
Fajar menjelaskan, proses pembangunan gedung memang sempat keteter menjelang Idul Fitri lalu. Ada permasalahan mengenai aset tanah yang dijadikan lokasi gedung. Untuk menuntaskan persoalan tersebut, harus berkoordinasi dengan pihak provinsi dan bahkan menunggu surat dari gubernur.
Namun, kata Fajarman, gubernur menyatakan, tidak perlu menggunakan surat, karena lokasi yang sekarang digunakan sudah masuk ke dalam aset daerah.
"Jadi, sambil menunggu semua urusan itu selesai, proses pengerjaan sempat terhenti. Alhamdulilah, sekarang semua sudah beres dan mudah-mudahan bisa selesai," katanya.
Selain gedung DPKAD, lanjut Fajarman, ada proyek Bina Marga di Bungo Antoi, Kecamatan Tabir Selatan yang dikhawatirkan tidak selesai. Tetapi, diperkirakan, awal bulan Desember ini sudah bisa tuntas.
Menurutnya, secara keseluruhan, proyek-proyek di PUP untuk tahun anggaran 2012 bisa selesai 100 persen. Ini untuk proyek yang menggunakan APBD Perubahan 2012. Proyek yang menggunakan APBD 2012 sudah tuntas 100 persen.
"Secara keseluruhan, realisasi sampai Oktober 2012 sudah mencapai 86 persen. Mudah- mudahan, hingga akhir tahun, seluruh proyek bisa tuntas, sehingga tidak ada sisa anggaran yang dikembalikan ke negara," Fajarman mengatakan.
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pembangunan kantor baru Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Merangin dikhawatirkan tak selesai menjelang berakhirnya anggaran 2012 ini. Pasalnya, proses pembangunan sempat tertunda hampir satu bulan lebih. Kendalanya terkait permasalahan lokasi, sehingga terjadi tarik ulur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP) Merangin, Fajarman mengatakan, ada kekhawatiran pembangunan gedung baru DPKAD tidak selesai. Namun, PU sudah berkoordinasi dengan pengawas di lapangan, sehingga tetap bisa selesai.
"Selagi pelaksanaan oleh pengawas lapangan bisa mengikuti apa yang kita arahkan dan sarankan, mudah-mudahan bisa selesai pada pertengahan atau paling lambat akhir Desember," katanya, kepada Tribun, Jumat (30/11).
Fajar menjelaskan, proses pembangunan gedung memang sempat keteter menjelang Idul Fitri lalu. Ada permasalahan mengenai aset tanah yang dijadikan lokasi gedung. Untuk menuntaskan persoalan tersebut, harus berkoordinasi dengan pihak provinsi dan bahkan menunggu surat dari gubernur.
Namun, kata Fajarman, gubernur menyatakan, tidak perlu menggunakan surat, karena lokasi yang sekarang digunakan sudah masuk ke dalam aset daerah.
"Jadi, sambil menunggu semua urusan itu selesai, proses pengerjaan sempat terhenti. Alhamdulilah, sekarang semua sudah beres dan mudah-mudahan bisa selesai," katanya.
Selain gedung DPKAD, lanjut Fajarman, ada proyek Bina Marga di Bungo Antoi, Kecamatan Tabir Selatan yang dikhawatirkan tidak selesai. Tetapi, diperkirakan, awal bulan Desember ini sudah bisa tuntas.
Menurutnya, secara keseluruhan, proyek-proyek di PUP untuk tahun anggaran 2012 bisa selesai 100 persen. Ini untuk proyek yang menggunakan APBD Perubahan 2012. Proyek yang menggunakan APBD 2012 sudah tuntas 100 persen.
"Secara keseluruhan, realisasi sampai Oktober 2012 sudah mencapai 86 persen. Mudah- mudahan, hingga akhir tahun, seluruh proyek bisa tuntas, sehingga tidak ada sisa anggaran yang dikembalikan ke negara," Fajarman mengatakan.