Tutupan Hutan di Jambi tak Sampai 1 Juta Ha
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Kawasan Taman Nasional Berbak, di kabupaten telah didaftarkan dalam wilayah demonstration activity
Penulis: Duanto AS | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun jambi, Duanto
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Kawasan Taman Nasional Berbak, di kabupaten telah didaftarkan dalam wilayah demonstration activity (DA) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD)+. Luasan taman nasional yang didaftarkan adalah keseluruhan, yaitu 142.750 hektare.
Secara resmi, kawasan tersebut telah didaftarkan di Kementerian Kehutananan dalam program pengurangan karbon yg digagas negara-negara maju. REDD bisa diartikan pemberian kompensasi finansial untuk negara-negara yang mampu mengurangi emisi akibat deforestasi dan degradasi. Pemerintaah RI didesak berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca, dari 26 persen menjadi 41 persen.
"Taman Nasional Berbak telah didaftarkan dalam DA REDD+," ujar Nukman, dari TN Berbak, Jumat (12/10) siang. Diperkirakan, taman nasional tersebut mempunyai potensi 25.990.500 ton karbon. Penghitungan tersebut telah dilakukan, di wilayah hijau yang ada. "Lebih dari 25 juta potensi karbon yang ada," jelasnya.
Di Indonesia, dalam sepengetahuan Nukman setidaknya empat taman nasional yang telah didaftarkan dalam program tersebut. Antara lain, TN Teso Nilo di Riau, TN Sebagau di Kalimantan Tengah, TN Nasional Meru Betiri di Jawa Timur, dan TN Berbak di Jambi. "Untuk proses perkembangannya saya belum tahu. Begitu juga apakah taman nasional lain di Jambi jug sudah didaftarkan," jelasnya.
Beberapa aspek yang ada di TN akan dinilai. Seperti, legalitas, sejarah kawasan, potensi yang ada dan masih banyak penilaian lainnya.
Koordinator Project KKI Warsi, Nelly Akbar, mengatakan luas kawasan hutan tahun 1999, berdasarkan Peta Paduserasi Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi seluas 2.179.440 hektare, atau 42 persen dari luas provinsi. Provinsi Jambi.
Komposisinya hutan produksi terbatas 0,59 persen, hutan produksi tetap 18,38 persen, hutan lindung 3,75 persen, hutan suaka alam 0,59 persen, hutan pelestarian alam 12,72 persen, dan hutan produksi pola partisipasi masyarakat (HP3M) 0,60 persen.
Hutan Jambi merupakan satu dari sedikit kawasan hutan alam di Sumatera yang tersisa. Di dalamnya ada empat taman nasional. Yaitu, TN Kerinci Seblat 429.630 Ha, TN Bukit Tiga Puluh 33.000 Ha, TN Bukit Duabelas 60.500 Ha, dan TN Berbak 146.000 Ha.
Susutnya tutupan hutan alam di Jambi, disebutkan memiliki kecepatan luar biasa, akibat konversi. Dari 5,1 juta Ha luas Provinsi Jambi, tutupan hutan tidak lagi sampai 1 juta Ha. Berdasarkan analisis peta citra satelit KKI Warsi, menunjukkan bahwa trend kehilangan hutan Jambi meningkat dari tahun ke tahun.
"Tahun 1990 tutupan hutan mencapai 2,4 juta hektare, namun tahun 2000 menyusut hingga jadi 1,4 juta hektare," ujarnya. Artinya, selama 10 tahun, Jambi kehilangan satu juta hektare.
Catatan KKI Warsi, Jambi telah dibagi kedalam berbagai peruntukan. Sebanyak 1,2 juta Ha kawasan digunakan HGU perkebunan sawit, 715.809 Ha digunakan HTI, dan 72.095 Ha digunakan HPH, dan 559.346 Ha digunakan untuk trasmigrasi.