Ramadan 1433 H
Ma'had Al Mubarak Lahirkan Ratusan Penghafal Alquran
MA'HAD Al Mubarak Al Islami Litahfizil Quran Al Karim Tahtul Yaman Jambi lahir untuk membantu anak‑anak yang kurang mampu.
Penulis: kumaini | Editor: Deddy Rachmawan
MA'HAD Al Mubarak Al Islami Litahfizil Quran Al Karim Tahtul Yaman Jambi merupakan sebuah Ma'had yang lahir atas dasar pemikiran atau ide untuk membantu dan lebih memberikan kesempatan kepada anak‑anak yang kurang mampu.
Anak yatim dan yatim piatu diberikan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah ini, terutama dalam bidang ilmu baca tulis dan mengahafal Alquran.
Wakil pimpinan Ma'had Dzul Azmi Al Hafiz mengatakan, di Ma'had Al Mubarak pendidikan aqidah dijadikan sebagai pondasi utama di samping disiplin ilmu dan keterampilan lainnya.
"Kita memfokuskan pada hafalan Alquran, tapi tetap aqidah pondasi utamanya," kata Dzul Azmi kepada Tribun, Minggu (22/7).
Dzul Azmi juga menceritakan sejak awal berdirinya Ma'had ini pada 14 Februari 1996, Pimpinan Ma'had sekarang H Mubarak berkomitmen untuk memperjuangkan dan mereliasisasikan cita‑cita tersebut.
Pada awal berdirinya Gubernur Jambi saat itu, H Abdurrahman Sayoeti sangat mendukung sehingga Ma'had ini terus berkembang. Hingga saat ini jumlah santri di Ma'had ini mencapai 624 orang.
Jumlah siswa memang tidak seimbang dengan kapasitas asrama, dan terpaksa sebagiannya harus berbagi dalam ruang yang sempit.
Bagi mereka yang akan menempuh pendidikan di sana mereka terlebih dahulu diberitahukan bahwa kondisi tempat mereka tinggal memang sebegitu adanya.
Seiring dengan perkembangan Ma'had jumlah para hafiz dan hafizah juga telah mengalami peningkatan. Hingga saat ini telah ratusan hafiz dan hafizah yang telah diluluskan.
Diantara mereka yang telah selesai ada yang masih mengabdi di sana, dan sebagian ada yang langsung mengajar di pondok pesantren lain. Bahkan ada yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Islam ternama hingga luar negeri seperti timur tengah.
Santri yang belajar di sekolah itu juga berasal dari berbagai daerah baik dari dalam provinsi Jambi atau luar provinsi Jambi, pengawasan para pendidik terhadap santri memang cukup ketat, hal itu bertujuan untuk memperoleh hasil yang baik.
"Kalau tidak dengan disiplin yang ketat, rasanya sulit untuk menjadikan mereka bisa berhasil terutama untuk menghafal Alquran," ujar Dzul Azmi.(kumaini)