Bencana Banjir Besar Ancam Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Direktur Eksekutif KKI Warsi Rahmat Hidayat menegaskan, dalam 10-20 tahun ke depan banjir
Penulis: ridwan | Editor: ridwan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Direktur Eksekutif KKI Warsi Rahmat Hidayat menegaskan, dalam 10-20 tahun ke depan banjir besar akan mengancam sejumlah daerah di Provinsi Jambi.
Mengingat telah rusaknya daerah penyangga (buffer zone) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), akibat pembukaan areal perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI).
"Tengoklah di beberapa daerah semisal di Kabupaten Bungo, kawasan penyangga TNKS terus mendapat tekanan hebat dari para investor yang membuka perkebunan kelapa sawit dalam skala besar, dan HTI," ungkap Rahmat Hidayat kepada Tribunjambi.com, Senin (16/7).
Untuk itulah, kata Rahmat buffer zone TNKS sudah mendesak untuk dilakukan penyelamatan. Ini penting dilakukan guna menghindari bencana ekologis dan konflik lahan, serta konflik manusia dengan satwa. Sebagai contoh daerah Bungo dan Tebo merupakan perlintasan satwa dilindungi seperti gajah dan harimau.
Menurut dia, TNKS yang meliputi empat provinsi, Jambi, Sumtera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu harus diselamatkan, dan belum telat. Karena TNKS merupakan salah satu kawasan kunci untuk menyelamatkan ekosistem Sumatera.
Data yang dikumpulkan Tribunjambi.com, belakangan mulai terjadi konflik antara masyarakat. dengan pemilik modal. Selain itu kehidupan Orang Rimba di kawasan ini semakin marginal akibat kehilangan kawasan hidupnya. "Satwa pun mulai kehilangan habitat dan berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia," imbuhnya.