Kongres PSSI
Nazaruddin Terpojok Isu Tak Sehat
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Tim Pencari Fakta Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Benny K Harman menilai, ada upaya memojokkan Nazaruddin.
Editor:
Nani Rachmaini
JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Benny K Harman menilai, ada upaya memojokkan Nazaruddin. Pernyataan sejumlah pihak yang berkembang saat ini dianggapnya sudah tidak sehat. Apalagi, pernyataan yang dilayangkan tersebut tanpa menunjukkan bukti.
"Semuanya sudah tidak sehat. Pak Nazaruddin dipojokkan dengan isu-isu tanpa ada bukti sama sekali. Semua tudingan sampai saat ini tidak ada buktinya, hanya katanya-katanya saja. Masyarakat harus jeli juga jangan mau digiring dengan opini seperti ini," kata Benny kepada wartawan, Jumat (20/5/2011) kemarin.
Ditandaskan, jika alasan ingin menonaktifkan Nazaruddin hanya karena dugaan terlibat kasus suap Sesmenpora, harusnya Dewan Kehormatan (DK) PD juga harus mengusulkan penonaktifan lima orang sekaligus, tak hanya Nazaruddin seorang.
Benny kemudian menyebutkan lima orang yang layak dipanggil oleh Dewan Kehormatan Demokrat, selain Nazaruddin. Antara lain, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Mirwan Amir sebagai Wakil Ketua Banggar DPR dari PD serta Mahyuddin sebagai Ketua Komisi X yang bermitra dengan Kemenpora.
"Biar adil dan fair. Dewan Kehormatan harus menonaktifkan kadernya yang diduga terlibat kasus suap, tidak hanya Nazaruddin," tandas Benny K Harman.
Ia kemudian menganggap wajar bila ada perbedaan pendapat soal hasil investigasi di DK dan FPD. Tim investigasi, katanya lagi, juga sudah mendengar langsung dari Angelina Sondakh kemana dana itu sebenarnya mengalir .
"Tim investigasi yang dibentuk fraksi berbeda dengan DK yang diatur dalam AD/ART. Dan hasil kajian dari tim investigasi sudah di serahkan ke DK dan menjadi konsumsi dewan kehormatan partai untuk di tindak lanjuti sesuai fakta temuan. Jadi, semua biar jelas," sergahnya.
"Semuanya sudah tidak sehat. Pak Nazaruddin dipojokkan dengan isu-isu tanpa ada bukti sama sekali. Semua tudingan sampai saat ini tidak ada buktinya, hanya katanya-katanya saja. Masyarakat harus jeli juga jangan mau digiring dengan opini seperti ini," kata Benny kepada wartawan, Jumat (20/5/2011) kemarin.
Ditandaskan, jika alasan ingin menonaktifkan Nazaruddin hanya karena dugaan terlibat kasus suap Sesmenpora, harusnya Dewan Kehormatan (DK) PD juga harus mengusulkan penonaktifan lima orang sekaligus, tak hanya Nazaruddin seorang.
Benny kemudian menyebutkan lima orang yang layak dipanggil oleh Dewan Kehormatan Demokrat, selain Nazaruddin. Antara lain, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Mirwan Amir sebagai Wakil Ketua Banggar DPR dari PD serta Mahyuddin sebagai Ketua Komisi X yang bermitra dengan Kemenpora.
"Biar adil dan fair. Dewan Kehormatan harus menonaktifkan kadernya yang diduga terlibat kasus suap, tidak hanya Nazaruddin," tandas Benny K Harman.
Ia kemudian menganggap wajar bila ada perbedaan pendapat soal hasil investigasi di DK dan FPD. Tim investigasi, katanya lagi, juga sudah mendengar langsung dari Angelina Sondakh kemana dana itu sebenarnya mengalir .
"Tim investigasi yang dibentuk fraksi berbeda dengan DK yang diatur dalam AD/ART. Dan hasil kajian dari tim investigasi sudah di serahkan ke DK dan menjadi konsumsi dewan kehormatan partai untuk di tindak lanjuti sesuai fakta temuan. Jadi, semua biar jelas," sergahnya.