Ulat Bulu Masuk Laboratorium
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Duanto A Sudrajat JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Sepuluh
Penulis: Duanto AS | Editor: esotribun
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Sepuluh ekor ulat bulu yang dibawa dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, telah masuk laboratorium Dinas Pertanian Provinsi Jambi.
Sampel ulat yang masuk jenis lymantria akan diperiksa perilakunya.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, bakal kepompong yang telah masuk lab ini dapat diketahui perkembangbiakannya seperti apa.
"Nanti diketahui perilaku perkembangbiakan seperti apa," kata Izhar Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Jambi, Rabu (20/4) siang.
Proses pemeriksaan membutuhkan waktu cukup lama, dikatakannya paling tidak butuh dua hari untuk mendapatkan hasilnya.
"Dua hari baru keluar hasilnya nanti," jelas kepala balai.
Sebagai langkah antisipasi, Izhar mengatakan untuk membasmi ulat, apabila masih di tingkat pertumbuhan 1-3 bisa dibasmi menggunakan pestisida nabati. "Kalau sudah tingkat 4-5, pestisida sistemik yang digunakan," lanjutnya.
Ulat bulu yang dibawa ke laboratorium ini adalah yang tersisa, karena selebihnya telah dimusnahkan warga setempat.
Pada fase pertumbuhannya, ulat jenis ini ketika dewasa tidak berubah menjadi kupu-kupu seperti pada umumnya. Ulat tetap pada bentuk ulat bulu.
"Ketika siang hari dia masuk ke tanah, dan pada malam hari keluarnya," pungkas Izhar.
Perihal munculnya ulat bulu ke Jambi, Gubernur Hasan Basri mengatakan bahwa ulat bulu akan ditangani oleh bidangnya. (*)