Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Komputer "Ngaco?" Jangan-jangan Terinfeksi Stuxnet

Hampir semua perusahaan antivirus menempatkan Styxnet sebagai ancaman masa depan yang bisa memicu perang dunia maya.

Editor: tribunjambi

JAKARTA, TRIBUN - Hampir semua perusahaan antivirus menempatkan Styxnet sebagai ancaman masa depan yang bisa memicu perang dunia maya. Bagaimana tidak, virus tersebut punya kemampuan menyusup ke mesin industri dan berpotensi mengacau fasilitas penting yang dikenadalikan pembuatnya dari jarah jauh. Kasus terakhir adalah serangan Stuxnet ke fasilitas nuklir Iran.

Namun, di samping menembus keamanan platform berbasis SCADA buatan Siemens yang biasa digunakan di mesin-mesin industri, Stuxnet juga dilaporkan menyerang komputer berbasis Windows. Perusahaan solusi keamanan dari Indonesia, Vaksincom, mencatat serangan Stuxnet ke komputer pribadi berbasis Windows Vista dan Windows 7.

Serangan tersebut menyebabkan komputer menjadi tidak berfungsi normal dan yang pasti bakal mengganggu kegiatan penggunanya. Belum lagi, kalau malware (malicious software) atau software berbahaya ini mengacak-acak data atau mencuri informasi penting dari komputer Anda. Nah, sebelum menyesal karena terlambat mengenali infeksi malware ini, ketahui tanda-tandanya.

Gejala & Efek Virus

Beberapa gejala yang terjadi jika komputer Anda sudah terinfeksi Stuxnet yaitu:

1. Install driver baru (replace driver lama) Saat Worm Stuxnet sudah menginfeksi, worm akan mencoba menghapus drive dari Realtek atau Jmicron dan menggantinya dengan driver yang baru versi worm Stuxnet. Stuxnet menginstall driver menggunakan 2 file virus yaitu : MRXCLS.SYS dan MRXNET.SYS.

2. Mematikan aktivitas Print Share Worm menginjeksi file spoolsv, sehingga aktivitas print (cetak data) menjadi terhenti. Komputer yang terinfeksi tidak akan bisa melakukan print. Sebagai ganti dari aktivitas print tersebut worm membuat 2 file yaitu :

- C:-WINDOWS-system32-winsta.exe (file utama worm Stuxnet) - C:-WINDOWS-system32-wbem-mof-sysnullevnt.mof

3. Low Disk Space Akibat dari aktivitas print yang terus dipaksakan, membuat file Winsta akan terus membengkak sehingga membuat space hardisk anda menjadi habis dan tentunya akan mendapat sebuah peringatan Low Disk Space dari sistem Windows.

4. Tidak bisa menyimpan data atau menjalankan program tertentu. Karena file Winsta yang bertambah besar dan membuat space harddisk anda berkurang, menyebabkan anda tidak bisa menyimpan data. Selain itu program/aplikasi pun tidak bisa dijalankan karena membutuhkan cache (ruang penyimpan) yang semuanya dihabiskan oleh file Winsta yang membengkak.

5. Membuat komputer hang/lambat dan bahkan koneksi jaringan menjadi terputus. File sistem Windows yang akan menjadi sasaran injeksi worm Stuxnet yaitu :

- C:-WINDOWS-system32-svchost.exe (file sistem yang berhubungan dengan koneksi jaringan, dengan menginjeksi akan membuat jaringan terputus) - C:-WINDOWS-system32-lsass.exe (file sistem yang berhubungan dengan aktivitas komputer, dengan menginjeksi akan membuat komputer hang/lambat).

6. Melakukan koneksi ke Remote Server Worm Stuxnet melakukan koneksi ke Remote Server untuk melakukan pengiriman informasi yang dibutuhkan pada Remote Server. Remote Server yang digunakan yaitu :

- www.premierfutbol.com - www.todaysfutbol.com

7. Membuat file Scheduled Task Cara yang sama dilakukan oleh Conficker, worm Stuxnet juga membuat file scheduled task agar dapat aktif dan menginfeksi komputer.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved