Alat Berat PETI Keluar Masuk Hutan Adat Desa Guguk Merangin
Puluhan masyarakat Desa Guguk Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin meradang, hal itu disebabkan oleh adanya aktivitas PETI
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Alat Berat PETI Keluar Masuk Hutan Adat Desa Guguk Merangin
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Puluhan masyarakat Desa Guguk Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin meradang, hal itu disebabkan oleh adanya aktivitas PETI di kawasan Hutan Adat Desa Guguk.
Akibatnya, beberapa peralatan tambang dirusak dan dibakar oleh warga. Hal itu dibenarkan oleh Camat Renah Pembarap Marjohan.
Kata Marjohan, kondisi desa Guguk memang sempat memanas, namun saat ini kondisi masyarakat sudah tenang.
"Kalau kondisi terakhir sudah aman. Di sano alatnyo sudah pergi," kata Marjohan.
Menurut dia, laporan yang masuk kepadanya saat ini alat berat untuk penambangan emas ilegal itu sudah keluar dari lokasi. Namun demikian, banyak juga yang masuk secara sembunyi-sembunyi.
Baca: Aktivitas PETI di Bungo Sulit Diatasi, Ini Kendala yang Dialami Pemerintah
Baca: VIDEO: Viral Anak Wakil Walikota Jadi Kuli Bangunan, Banyak Netizen Beri Komentar
Baca: Percepat Pengerjaan Proyek, Kadis PUPR Kota Jambi Tinjau 3 Jembatan dan Pedestarian di Hayam Wuruk
Baca: Campuran Sampah Organik dan Plastik Bisa Sebabkan Ledakan di TPA
"Yang keluar banyak jugo. Masukpun ado jugo," katanya.
"Alat yang masuk tu dari Kecamatan Siau," sambungnya.
Dia berharap agar pemodal dan pekerja tidak melakukan penambangan lagi, sebab saat ini sudah ada kesepakatan bersama dengan Bupati Merangin untuk tidak ada lagi aktivitas PETI di daerah Merangin.
"Saya juga minta kepada kades dan masyarakat untuk memantau dan mengeluarkan alat dari kawasan yang ada di Kecamatan Renah Pembarap," imbuhnya.