Siapa Sebenarnya Zakir Naik, Pendakwah Berprofesi Dokter, Tersangkut Kasus Pencucian Uang Rp 400 M

Abdul Karim Naik atau kerap dipanggil Zakir Naik kerap melakukan Safari Dakwah di Indonesia. Mengapa Zakir Naik begitu diidolakan. Baca fakta-fakta t

Penulis: andika arnoldy | Editor: andika arnoldy
astroawani.com
Pendakwah Zakir Naik 

TRIBUNJAMBI.COM- Abdul Karim Naik atau kerap dipanggil Zakir Naik kerap melakukan Safari Dakwah di Indonesia.

Mengapa Zakir Naik begitu diidolakan. Baca fakta-fakta tentangnya berikut ini:

1. Berhenti jadi dokter

Zakir Naik lahir 18 Oktober 1965 awalnya berprofesi sebagai seorang dokter medis.

Baca: Norwegia Tidak Tolak Minyak Sawit Indonesia, Ternyata Ini Posisinya di Mata Dunia

Baca: BESOK Live Streaming Penetapan Jokowi-Maruf sebagai Presiden & Wakil Presiden Terpilih di Kompas TV

Baca: Ingat Ririn Ekawati yang Masih Betah Menjanda? Akhirnya Bareng Edwin Hadiri Wisuda Jasmine

Ia memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Zakir Naik
Zakir Naik (MALAYMAIL.COM/YUSOF MAT ISA)

2. Hapal kitab-kitab

Sebagai seorang penceramah, Dr. Zakir Naik dapat dikatakan sebagai penceramah andal dan jenius. Bertahun-tahun ia telah menghapal isi kitab-kitab agama seluruh dunia, bukan hanya kitab Quran dan hadits-hadits di semua tingkatan, tapi juga Injil dengan beberapa versi, Weda, Tripitaka, dan Bhagavad Gita.

Bukan hanya menghapalnya di luar kepala, Zakir Naik sanggup memahami konsep-konsep yang tertulis dalam kitab-kitab tersebut.

3. Mengidolakan Ahmed Deedat

Zakir Naik sebetulnya mempunyai tokoh yang menjadi inspirasinya sebagai ustad pembanding agama, yakni Ahmad Deedat. Tetapi, tak semacam panutannya, Zakir Naik hampir tak rutin memperoleh izin dari pihak agama lain menyelenggarakan debat terbuka. Sebabnya, Zakir Naik sering dijuluki ‘Ahmed Deedat Plus’ sebab argumentasi-argumentasnya yang kuat tak sedikit membikin pemimpin agama lain merasa ‘ngeri’ berhadapan dengannya.

4. Ceramah Disebar via Video

Meskipun Dr Zakir Naik biasa berbicara kepada ratusan hadirin, bahkan puluhan ribua hadirin, justru rekaman video dan DVD ceramahnya yang banyak didistribusikan. Ceramahnya biasa direkam dalam bahasa Inggris, untuk disiarkan pada akhir pekan di sejumlah jaringan TV kabel di lingkungan Muslim Mumbai dan di saluran Peace TV. Sejumlah video ceramah Dr Zaik Naik juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

5. Mengislamkan non-Muslim dari belahan dunia

Berkat ceramah dan debat yang disebarkan ke seluruh dunia melewati channel PeaceTV (bisa dilihat di Youtube), dengan penjelasan dan alasan yang masuk akal dan dalil-dalil yang jelas, tak sedikit dari para pendengar non-Muslim akhirnya tergerak hatinya masuk Islam.

6. Pendiri Islamic Research Foundation (IRF)

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved