Tiga Tahun Lalu Paidi hanya Pemulung di Madiun, karena Tanam Porang Kini Omzet Miliaran Rupiah

Pemulung di Madiun bernama Paidi cerdas melihat peluang. Setelah menanam porang, tiga tahun kemudian dia memiliki omzet miliaran rupiah.

Editor: Duanto AS
(Muhlis Al Alawi/kompas.com)
Ribuan irisan porang dijemur, Rabu ( 3 / 5 / 2017) sore. 

Pemulung di Madiun bernama Paidi cerdas melihat peluang. Setelah menanam porang, tiga tahun kemudian dia memiliki omzet miliaran rupiah.

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah sukses ini bisa mengispirasi siapa saja, bila jeli melihat pasar.

Hidup Paidi (37) berubah drastis tiga tahun kemudian, hingga akhirnya bisa mengirimkan beberapa petani untuk umrah.

Dahulu, Paidi hanya dikenal sebagai sosok pemulung yang tinggal di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Rumahnya saat itu berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah.

Baca Juga

 Siapa Sebenarnya Muhammad Mursi? Mantan Presiden Mesir Tiba-tiba Meninggal di Persidangan

 Cara Nekat Polwan Cantik Menyamar di Sindikat Perdagangan Wanita, Tak Sangka Ketemu Sosok Terkenal

 Penyamaran Kopassus Selama Satu Tahun, Sersan Badri Lihat Hal Tak Terduga saat di Wilayah Musuh

 Ternyata Sekolah Agus Harimurti Yudhoyono Sama dengan Prabowo, Lulusan Terbaik Fort Benning

 Polisi Jogja Tilang KSAD yang Terobos Lampu Lalu Lintas, Kaget saat Baca Nama di SIM

Namun, sejak tiga tahun terakhir, nasib Paidi berubah total.

Pria berambut gondrong ini kini menjadi sosok yang banyak dicari kalangan petani.

Bukan tanpa sebab. Rumahnya yang dahulu sederhana kini menjadi bagus.

Semenjak kegetolannya mengembangkan porang (sejenis umbi yang dapat dijadikan bahan makanan, kosmetik, dll), Paidi membuka banyak mata petani.

Tak hanya sukses berjualan porang hingga luar negeri, Paidi juga memberikan modal bagi petani-petani di kampung halamannya yang ingin mengembangkan porang.

Tak hanya memberi modal, Paidi pun memberangkatkan sejumlah petani umrah ke Tanah Suci Mekkah.

Kepada Kompas.com Rabu (12/6/2019), Paidi menceritakan awal mulanya mengenal porang.

Ia pertama kali mengenal porang saat bertemu dengan teman satu panti asuhan di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, sepuluh tahun silam.

Di rumah temannya, Paidi dikenalkan tanaman porang yang dibudidayakan warga setempat.

"Setelah saya cek, ternyata porang menjadi bahan makanan dan kosmetik yang dibutuhkan perusahaan besar di dunia," ungkap Paidi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved