Inilah Kelemahan WhatsApp Menurut Bos Telegram, Apa yang Dimaksud dengan 'Pintu Rahasia'

Inilah Kelemahan WhatsApp Menurut Bos Telegram, Singgung tentang Mengecek 'Pintu Rahasia'

Inilah Kelemahan WhatsApp Menurut Bos Telegram, Apa yang Dimaksud dengan 'Pintu Rahasia'
Istimewa
Ilustrasi WhatsApp 

Inilah Kelemahan WhatsApp Menurut Bos Telegram, Singgung tentang Mengecek 'Pintu Rahasia'

TRIBUNJAMBI.COM - Baru-baru ini, WhatsApp dilaporkan memiliki celah kemanan yang membuatnya berpotensi disisipi malware jenis mata-mata atau spyware lewat voice call.

Kabar tersebut mengundang reaksi dari pesaingnya, Telegram. Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengatakan bahwa WhatsApp tidak akan pernah aman.

Durov mengungkapkan pandangannya tentang WhatsApp dalam sebuah blog.

"WhatsApp itu punya riwayat yang konsisten, dari nol enkripsi hingga rentetan masalah yang anehnya cocok untuk kepentingan pengawasan," tulis Durov.

 Isi Percakapan Sugeng dengan Korban Mutilasi Beberapa Menit, Perempuan Itu yang Minta Dimutilasi

 Siapa Sebenarnya Hairul Anas Suaidi? Pencipta Robot Pemantau IT KPU Ternyata Ponakan Mahfud MD

 Daftar Tokoh BPN yang Tak Setuju Langkah Prabowo Tolak Hitungan Pilpres 2019 dari KPU

 Keluarga Agnez Mo yang Tak Pernah Terungkap ke Publik, Akhirnya Terungkap Foto-foto Ibu-Ayahnya

 Siapa Sebenarnya Jenny Siswono? Foto Ibu Agnez Mo saat Muda Bawa Piala Muncul di Instagram

Setelah kabar spyware merebak, WhatsApp segera meminta para penggunanya di seluruh dunia untuk segera memperbarui aplikasi untuk menambal lubang keamanan.

Kabarnya, celah tersebut bisa dimanfaatkan oleh aktor negara untuk mengintai kalangan seperti para jurnalis, aktivis, dan sebagainya.

"Berita ini (spyware) tidaklah mengejutkan bagi saya. Tahun lalu, WhatsApp mengakui bahwa mereka punya masalah yang sama, video call via WhatsApp adalah akses yang dibutuhkan para peretas untuk masuk ke seluruh data pengguna," tulis Durov.

Durov pun menyindir tiap kali WhatsApp memperbaiki masalah kemanan, akan ada celah keaman baru lagi yang muncul.

Ia juga membandingkan WhatsApp dengan aplikasi besutannya.

Halaman
123
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved