Mutilasi Wanita di Malang
Dibantu Anjing Pelacak, Polisi Ketemu Pelaku Mutilasi di Malang, Pria Aneh Dipanggil "Sugeng" Noleh
Terduga pelaku yang bernama Sugeng (49) ini ditangkap oleh polisi usai anjing pelacak
Dibantu Anjing Pelacak, Polisi Temukan Pelaku Mutilasi di Malang, Pria Aneh Dipanggil "Sugeng" Noleh
TRIBUNJAMBI.COM-Kasus mutilasi yang terjadi di Malang pada Selasa (14/5/2019), telah menemui titik terang.
Saat ini, pelaku mutilasi di Malang telah ditangkap oleh jajaran Polres Malang Kota pada Rabu (15/5/2019).
Penangkapan terduga pelaku mutilasi di Malang ini terjadi 100 meter dari Jalan Martadinata sekitar pukul 16.00 WIB.
Terduga pelaku yang bernama Sugeng (49) ini ditangkap oleh polisi usai anjing pelacak menyisir di sekitar lokasi kejadian.Dikutip dari TribunJatim.com, terduga pelaku memakai jaket hitam dan kaus oranye.
Berikut fakta terbaru kasus mutilasi di Malang, dikutip Tribunnews.com dari berbagai sumber:
1. Proses Penangkapan Terduga Pelaku

Terduga pelaku bernama Sugeng ini ditangkap usai anjing pelacak polisi menyisir di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, bahwa terduga pelaku ditangkap di Jalan Laksamana Martadinata.
"Terduga pelaku ditangkap petugas pada pukul 15:30 WIB, usai anjing pelacak menyisir daerah tersebut," ujar Asfuri, dikutip dari Surya Malang.
Dijelaskan Asfuri, bahwa Sugeng ditangkap di depan Panca Budhi.Penangkapan Sugeng bermula ketika anjing pelacak meninggalkan lokasi usai lama berdiam diri di depan Toko Santoso.
Setelah anjing itu pergi, tak berselang lama ada seorang pria yang mengenakan jaket hitam dan kaos berwarna orange duduk di lokasi tempat anjing itu berdiam lama.
Kemudian, seorang petugas yang masih berada di depan Panca Budhi memanggil nama Sugeng.
Orang tersebut kemudian menoleh dan petugas langsung menangkap orang yang bernama Sugeng tersebut.
"Jadi petugas ada yang iseng aja manggil Sugeng. Orang tersebut menoleh dan menjawab 'iya'," terang Asfuri.Usai ditangkap, Sugeng kemudian dibawa ke TKP dan dimintai keterangan oleh petugas.