Kasus Mutilasi di Malang
Sadis, Tubuh Wanita Korban Mutilasi di Malang Terbagi Jadi 6 Potongan, Polisi Temukan Selembar Surat
Sadis, Tubuh Wanita Korban Mutilasi di Malang Terbagi Jadi 6 Potongan, Polisi Temukan Selembar Surat
Sadis, Tubuh Wanita Korban Mutilasi di Malang Terbagi Jadi 6 Potongan, Polisi Temukan Selembar Surat
TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan disertai mutilasi kembali terjadi, kali ini korban seorang wanita dan terjadi di Malang, Jawa Timur.
Kabar terbaru ada kasus mutilasi seorang wanita dengan potongan tubuh ditemukan sebanyak 6 potongan tubuh.
Pihak polisi temukan potongan tubuh wanita ini diberbagai tempat.
Saat ini polisi masih dalami pelaku dan identitas mayat yang diduga jadi korban mutilasi, pembunuhan yang memisahkan potongan tubuh dibuang ke berbagai tempat terpisah.
Baca Juga:
8 Fakta Wanita Korban Mutilasi dari Pesan Misterius di Kertas dan Dinding Sampai Dikira Manekin
Pasca Razia Tempat Makan dan Petasan, Satpol PP Bungo Rencanakan Razia Kosan & Tempat Hiburan Malam
Sophia Latjuba Sebut Pernah Nikah Siri dengan Ariel NOAH, Ngaku Nyaman Kini Jadi Mualaf
Multaqu Pertemuan Para Ulama, Habib Pimpinan Ponpes Jambi Untuk Indonesia Damai
Kali ini jajaran polisi Polres Malang Kota mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi temuan potongan tubuh wanita di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang, Selasa (14/5/2019).Salah satunya adalah selembar kertas putih yang penuh dengan tulisan tinta merah yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
"Sementara barang bukti yang ada, barang bukti korban, kemudian ada tulisan, dan kami coba ambil sidik jari, masih kami lakukan pengambilan apakah itu sidik jari pelaku korban atau masyarakat," kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.
Tidak begitu jelas narasi tulisan dengan tinta merah tersebut.
Di bagian atas, tertulis kalimat 'pusat ruwetanmu' dengan huruf berukuran besar.

Sedangkan di bagian bawah terdapat kalimat 'innalillahi roji'un'.
Asfuri mengaku, masih terus mendalami temuan potongan tubuh wanita tersebut. Sampai sejauh ini, sudah tiga saksi yang diperiksa.
"Saksi ada tiga. Sementara diperiksa di Polsek Klojen," ungkapnya.
Sementara itu, Asfuri mengatakan, bahwa tempat ditemukannya potongan tubuh tersebut memang sepi.
Tidak ada pedagang yang menempati sejak terjadi kebakaran sekitar dua tahun yang lalu.
"Memang untuk lantai 2 ini, setelah kebakaran kosong tidak ada yang menempati," jelasnya.