Berita Nasional
Mahfud MD Tanggapi Temuan Ribuan Form C1 Palsu: Untuk Beri Kesan bahwa yang Kalah Dicurangi
Mahfud MD Tanggapi Temuan Ribuan Form C1 Palsu: Untuk Beri Kesan bahwa yang Kalah Dicurangi
Mahfud MD Tanggapi Temuan Ribuan Form C1 Palsu: Untuk Beri Kesan bahwa yang Kalah Dicurangi
TRIBUNJAMBI.COM - Ramai soal temuan ribuan form C1 palsu buat beberapa pihak menanggapinya. Satu diantaranya Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Hal tersebut disampaikan Mahfud MD melalui teleconference dalam program 'Metro Pagi Primetime', Rabu (8/5/2019).
Dalam pemaparannya, Mahfud mengaku bahwa kejadian tersebut tak hanya satu-dua kali saja terjadi.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak, Kamis 9 Mei 2019, Cancer akan Dibuat Jengkel, Leo Dipenuhi Kepercayaan Diri
Lionel Messi Ditinggalkan di Anfield oleh Bus Barcelona, Usai Kalah Telak dari Liverpool, Ada Apa?
Video Viral, Bocah Pemulung Rapikan Sandal Jemaah yang Sedang Salat
Bawaslu Temukan Hasil Rekapitulasi Suara Berbeda, KPU Bungo Minta Adu Data DA1
Pasalnya, terang Mahfud, hal ini menyangkut dua bidang hukum.
"Satu bidang hukum pemilu, yang kedua bidang hukum pidananya," kata Mahfud MD.
Untuk yang bidang hukum pemilu, terang Mahfud, nantinya akan mudah diselesaikan.
"Di KPU nanti disandingkan saja yang punyanya KPU, kemudian punyanya paslon, kemudian sandingkan dengan ini yang ditemukan ini," ujar dia.
Sementara terkait bidang hukum pidana, menurut Mahfud, dirinya pernah mengalami sebanyak 4 kali saat menjadi hakim.
Ia lantas menceritakan kasus yang pernah di alaminya.
"Ada orang yang kalah itu mencetak form C1 palsu sebanyak 30 ribu lebih lalu dicoblos sendiri, lalu dibuang ke sungai," cerita Mahfud.
"Sesudah itu dia laporan bahwa dia menemukan kartu C1 sekian ribu yang mencoblos calon tertentu tapi dibuang sehingga calon itu menjadi kalah."'
Mahfud memaparkan, saat itu pihaknya lantas menghadirkan kasus tersebut ke meja persidangan.
Baca Juga:
35 Nama Caleg di Merangin yang Menang di Pemilu 2019, Ada 10 Incumben
Sinopsis Film San Andreas, Tayang Malam Ini di Bioskop Trans TV, Kisah Bencana Alam Hebat di Bumi
Pihaknya menghadirkan form C1 asli milik KPU untuk dilakukan pembuktian.
"Yang punya KPU kan ada hologramnya yang bisa dideteksi. Setelah itu dibuktikan ternyata yang ditemukan di jalanan itu adalah paslu, dicetak hanya untuk memberi kesan bahwa yang kalah itu dicurangi," kata Mahfud MD.
Mahfud menyebutkan, hal seperti itu terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari pemilihan Bupati di Jawa Barat hingga juga terjadi di Jambi, Sumatera Barat.