Ramadan 2019
Ingat, Jelang Puasa, Begini Niat dan Cara Mandi Wajib yang Benar Sebelum Masuk Bulan Ramadhan
Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan umat muslim dilarang melakukan hubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
TRIBUNJAMBI.COM- Saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan umat muslim dilarang melakukan hubungan suami istri dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Namun hubungan suami istri bisa dilakukan pada malam hari.
Sebelum menjalankan puasanya pada esok hari, umat muslim disarankan untuk melakukan mandi wajib lebih dulu.
Selain usia berhubungan suami istri, mandi wajib menjadi hal yang harus dilakukan ketika terjadi berbagai kondisi.
Misalnya setelah berhentinya haid atau keluarnya air mani.
Tujuan dari mandi wajib adalah membersihkan diri dan mensucikan kembali.
Baca: Terbukti Mujarab! 7 Ramalan Gus Dur Nyata ke Soeharto & Jokowi, Terakhir ke Ahok, Terwujud kah?
Baca: Kolor Nagita Slavina Gambar Buah-buahan Dipakai Raffi Ahmad, Ternyata Ukurannya Cukup
Baca: Cara Chat WhatsApp Nomor Tak Dikenal Tanpa Harus Simpan ke Kontak, Mudah Tinggal Buka Browser
Karena itu ada kaidah dan tata cara mandi wajib yang harus dilakukan.
Bagi yang belum memahami bagaimana tata cara mandi wajib baik bagi perempuan dan laki-laki, berikut kami sajikan urutannya.
Tata Cara Mandi wajib Bagi Pria
Ada hadits dan beberapa anjuran yang berbeda mengenai tata cara mandi wajib untuk pria.
Menurut HR At-Tirmidzi, menyela pangkal rambut hanya dikhususkan bagi laki-laki. Para wanita tidak perlu melakukan hal ini.
Berikut ini tata cara mandi wajib dengan cara Nabi Muhammad SAW menurut hadits Al Bukhari.
"Dari Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub,
beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat.
lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala.