TKN Jokowi Ungkap Zulkifli Hasan Minta Posisi MPR Bagi PAN, Ini Tanggapan BPN dan PKS

Menurut informasi yang diterima Karding, pada pertemuan itu, Zulkifli meminta kepada Jokowi agar PAN dapat mengisi posisi

Editor: Nani Rachmaini
kolase tribunnews
Jokowi-Zulkifli Hasan 

TKN Jokowi Ungkap Zulkifli Hasan Minta Posisi MPR Bagi PAN, Ini Tanggapan BPN dan PKS

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan komunikasi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan tengah mencairkan komunikasi antara PAN dengan kubu Jokowi-Ma'ruf.

Komunikasi juga demi menyelamatkan institusi PAN dalam konteks politik. Komunikasi itu, dilakukan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Jokowi.

Menurut informasi yang diterima Karding, pada pertemuan itu, Zulkifli meminta kepada Jokowi agar PAN dapat mengisi posisi di pimpinan DPR atau MPR.

"PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul dan yang saya tahu, dari informasi yang saya peroleh di Istana itu ada permintaan pada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/4/2019).

VIDEO: Andre Taulany Pelesetkan Merek Sepatu Mirip Nama Ulama, Netizen Berang, Ini Kata UAH

UPDATE Real Count KPU Rabu 1 Mei, Selisih Suara Lebih 10 Juta, Jambi Data Masuk Sudah 80 Persen

Kontroversi Sri Wahyumi, Bupati Cantik Dicokok KPK Ini Sering Bermasalah dengan Kemendagri

Tradisi Menyambut Ramadan, Marak Warga Ziarah Kubur, Apa Kata Ustaz Abdul Somad?

Sementara itu, ucap Karding, Bara Hasibuan berusaha untuk obyektif secara politik. Yakni dengan menjalin komunikasi dengan kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Dan yang paling penting bahwa membangun komunikasi itu penting saat dinamika politik agak hangat seperti sekarang ini," tutur Karding.

Komunikasi yang dijalin PAN, menurut Karding, hal yang wajar dalam perpolitikan tanah air. "Mencairkan itu penting dan misalkannya PAN seperti itu tak ada masalah wajar dalam politik. Boleh dibangun komunikasi," ujar Karding.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding berikan keterangan mengenai pemberian sorban hijau dan Tasbih dua ulama kepada Presiden Jokowi, di sebuah hotel, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (13/4/2019).
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding 

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin ingin membangun pemerintahan yang kuat dan efektif. Diutarakan Hasto merespon soal isu PAN melobi Jokowi untuk kursi pimpinan DPR atau MPR.

"Jadi kita ingin membangun konfigurasi pemerintahan yang kuat dan efektif di mana MPR juga mengemban tugas yang sangat penting," kata Hasto.

Menurut Hasto, komunikasi antara PAN dan kubu Jokowi-Ma'ruf terus dijalin. Namun, belum diketahui kepastian PAN akan bergabung bersama pemerintahan.

"Apakah nanti ada rekomposisi dari pimpinan dewan dan MPR sesuai dengan konfigurasi politik yang baru. Di mana koalisi Indonesia kerja mendapatkan 60,7 persen kursi di DPR, itu nanti akan dilakukan proses penjajakan dialog," ujar Hasto.

Yang terpenting, ucap Hasto, pertemuan antara Jokowi dengan Ketua Umum PAN merupakan hal yang positif. "Semua untuk komitmen membangun Indonesia yang satu, Indonesia yang maju," tutur Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Johnny G Plate menilai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mulai retak setelah Pemilu Presiden 2019. Hal itu terlihat dari adanya lobi Ketua Umum Partai Amanat NAsional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) kepada Jokowi untuk memperoleh kursi pimpinan MPR dan DPR RI pada periode 2019-2024.

"Koalisi 02 itu, koalisi yang sudah mulai retak. Dalam arti positif ya, bukan negatif," ujar Johnny.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved