Kasus Pembunuhan Sadis Khashoggi, Intelijen UEA yang Ditangkap Turki, Bunuh Diri
Seperti diketahui, Turki menangkap dua agen intelijen yang mengaku memata-matai untuk UEA, di Istanbul pada 15 April lalu.
Kasus Pembunuhan Sadis Khashoggi, Intelijen UEA yang Ditangkap Turki, Bunuh Diri
ANKARA, Tribunjambi.com - Salah satu dari dua agen intelijen Uni Emirat Arab yang ditangkapTurki pada bulan ini ditemukan tewas bunuh diri di penjara Silivri.
Demikian laporan dari Daily Sabah dan kantor berita AFP pada Senin (29/4/2019).
Seperti diketahui, Turki menangkap dua agen intelijen yang mengaku memata-matai untuk UEA, di Istanbul pada 15 April lalu.
Salah satu mereka diduga memiliki hubungan dengan pembunuhan jurnalis Arab SaudiJamal Khashoggi pada Oktober tahun lalu.

Kedua warga negara UEA itu kemudian ditahan sebagai bagian dari penyelidikan yang dipimpin oleh Kantor Jaksa Penuntut Umum Istanbul.
Selanjutnya, mereka diseret ke pengadilan untuk ditahan atas tuduhan spionase militer, politik, dan internasional.
Dalam laporannya, Daily Sabahmengidentifikasi kedua mata-mata itu dengan inisial SS dan ZH.
Misi mereka diketahui untuk menciptakan struktur anti-Turki. SS disebut telah berada di bawah radar Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) untuk semua pertemuannya.
MIT juga mendeteksi SS mengumpulkan informasi dari kontaknya dengan imbalan uang.
Sebelumnya diberitakan, salah satu dari pria tersebut tiba di Turki pada Oktober 2018, beberapa hari setelah Khashoggi dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul.
Kemudian satu lagi pria tiba di Turki untuk membantu rekan kerjanya itu di lapangan.
Wacana Pemindahan Ibukota dari Jakarta, Jokowi Yakin Terwujud
Kasus Khashoggi, Intelijen UEA yang Ditangkap Turki, Bunuh Diri
Liverpool dan Manchester City Pecahkan Rekor Liga Inggris
Ingin Menolong Kambing Tenggelam, Pria Asal Kediri Hanyut dan Tewas
Ramai Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan Bandingkan di 2015
"Kami menginvestigasi apakah tujuan utama kedatangan individu itu ke Turki tekait dengan pembunuhan Jamal Khashoggi," ucap pemerintah Turki, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News.
Mereka menyebutkan, orang tersebut telah diawasi selama enam bulan sebelum akhirnya ditahan.
"Ini kemungkinan adalah upaya untuk mengumpulkan informasi tentang warga Arab, termasuk pembangkang politik, yang tinggal di Turki," imbuhnya.
(*)
TONTON VIDEO: Detik-detik Jembatan Ponton Hanyut di Empat Lawang Sumsel
IKUTI INSTAGRAM KAMI: TER-UPDATE TENTANG JAMBI