Berita Tanjab Timur

Tak Ada Listrik, Fasilitas Minim, 50 Unit Rumah Nelayan yang Dibangun di Tanjab Timur Belum Dihuni

Rumah Nelayan yang merupakan bantuan dari pemerintah dan telah rampung sejak 2018 silam, hingga saat ini masih belum dihuni

Tak Ada Listrik, Fasilitas Minim, 50 Unit Rumah Nelayan yang Dibangun di Tanjab Timur Belum Dihuni
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Rumah nelayan di Tanjab Timur belum dihuni 

Tak Ada Listrik, Fasilitas Belum Terpenuhi, 50 Unit Rumah Nelayan yang Dibangun di Tanjab Timur Belum Dihuni

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Rumah Nelayan yang merupakan bantuan dari pemerintah dan telah rampung sejak 2018 silam, hingga saat ini masih belum dihuni.

Pantauan Tribunjambi.com, di Rumah nelayan yang berada di Kelurahan Mendahara ilir Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih sepi belum terlihat adanya tanda tanda dihuni oleh masyarakat (nelayan).

Sebanyak 50 unit rumah semi permanen dengan aneka warna tersebut, sejatinya diperuntukan bagi para nelayan yang berada di Kecamatan tersebut.

Pembangunan rumah tersebu sebelumnya rampung pada tahun 2018 lalu.

Bangunan yang berada tidak jauh dari kantor Kecamatan tersebut, masih belum layak untuk dihuni masyarakat nelayan,dilihat dari segi infrastruktur masih harus dibenahi dan juga layanan kelistrikan yang masih belum tersalurkan.

Dikatakan Camat Mendahara, Abdul Rojak saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, terkait perumahan nelayan tersebut memang banyak yang harus dibenahi lagi terutama dari segi fasilitas pendukung seperti listrik yang memang belum ada.

Baca: Nama Calon Menteri Kabinet Jokowi-Maruf Beredar, Muncul Nama Erick Thohir, Yenny Wahid & Mahfud MD

Baca: BREAKING NEWS: Aa Gym Berduka, Innalillahi WainnaIlaihi Rojiun Hj Yetty Rochayati Sang Ibu Meninggal

“ Selain itu saat ini kita masih menunggu pemerintah Desa dan Kelurahan, untuk melakukan verifikasi dan pendataan bagi para calon penghuni,” ujarnya.

Saat ini prosesnya masih dalam tahap pendataan kelurahan dan membuka pendaftaran terbuka, untuk para nelayan yang ingin menghuni rumah tersebut.

Ada Lima desa yang memiliki nelayan tertinggi yaitu, Desa Pangkal Duri, Pangkal Duri Ilir, Sinar Kalimantan, Sungai Tawar, dan Mendahara Ilir.

“ Sejauh ini belum ada data atau pengajuan dari kelurahan dan Desa tadi kepada kita, terkait siapa saja yang akan menempati rumah tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya pula, pihak kecamatan sendiri belum mengetahui terkait mekanisme serah terima bangunan tersebut.

Sebelumnya sempat terjadi sengketa terhadap tanah bangunan tersebut, dan sekarang sudah milik pemda.

Terkait ada tuntutan dari warga prosesnya sempat dibawa ke polres dan pihak kelurahan dan pemerintah setempat sudah dipanggil untuk saksi.

“ Awalnya tanah hibah dari masyarakat ada sembilan Orang yang menghibahkan per orang ada yang menghibahkan 2 bidang, namun ada tuntutan dari masyarakat sekitar yang mengklaim itu tanah nya. Tapi kalo di tingkat bawah sudah selesai tidak tahu kalau proses hukumnya,” jelasnya.

Baca: Setelah Video Mesum di Ranjang IGD, Beredar Rekaman Intim Cewek Berkebaya, Link Video Nyebar di WA

Baca: Sejarah Hari Ini Ibu Tien Soeharto Meninggal Dunia, Benarkah Penyebab Kematiannya Karena Tertembak?

Baca: Ada Perbedaan Data C1 di Rekapitulasi, Mahfud MD: MK Kurangi atau Tambahkan Suara Sesuai Fakta

Penulis: Abdullah Usman
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved