Diguyur Hujan Sampai Sore, Tiga Desa Tanjung Pauh Mudik Kerinci Diterjang Banjir Bandang

Banjir bandang menerjang tiga desa di Tanjung Pauh Mudik, yakni Desa Pancuran Tiga, Tanjung Pauh Mudik dan Punai Merindu, Rabu (17/4).

Diguyur Hujan Sampai Sore, Tiga Desa Tanjung Pauh Mudik Kerinci Diterjang Banjir Bandang
Tribunjambi/Heru
Banjir bandang menerjang tiga desa di Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci. 

Banjir bandang menerjang tiga desa di Tanjung Pauh Mudik, Kabupaten Kerinci.

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Banjir bandang menerjang tiga desa di Tanjung Pauh Mudik, yakni Desa Pancuran Tiga, Tanjung Pauh Mudik dan Punai Merindu, Rabu (17/4). Banjir terjadi dampak dari hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kerinci, sejak pukul 16.00 WIB hingga saat ini.

Salah seorang warga Desa Pancuran Tiga, Safri membenarkan banjir menerjang desanya. Ia mengatakan banjir terjadi akibat dari meluapnya anak sungai yang berada di Desa Pancuran Tiga tepatnya di sekitar lokasi Kantor KPHP Kerinci.

"Bagi yang rumahnya berpondasi rendah, secara otomatis air masuk ke rumah," ungkapnya.

Selain Desa Pancuran Tiga, beberapa dusun di Desa Tanjung Pauh Mudik juga diterjang banjir bandang, yakni Dusun Koto Dumu, Koto Tuo. Dimana luapan air dari drainase di sepanjang dusun merendam jalan dan masuk ke rumah warga.

"Banjir bandang ini sudah kesekian kali terjadi, setiap hujan deras turun pasti banjir," sebut Noveri warga Dusun Koto Tuo.

Baca: Caleg Nasdem Protes Fotonya di Kertas Suara Diganti Perempuan, Ini Jawaban Bawaslu Batanghari

Baca: Prabowo-Sandi Kuasai Suara di Kandang Banteng, di Tempat Edi Purwanto Jokowi-Maruf Kalah Telak

Baca: Bagaimana Pemilih Pemula Lihat Calon Pemimpinnya di Pemilu 2019, Ada yang Pilih Karena Ganteng

Baca: Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Kembali Dilanjutkan, Kemenhub Siapkan Anggaran Rp 50 Miliar

Baca: Logistik Rusak, 24 TPS di Kota Jambi Gagal Lakukan Pemilu, KPU Kota Jambi Salahkan Hujan

Sedangkan untuk Desa Punai Merindu, banjir juga merendam jalan, pasar tradisional dan sekitarnya. Selain air banjir juga membawa sampah serta pasir dan tanah.

"Setelah hujan reda banjir pasti berhenti, ini sudah seringkali terjadi. Akibatnya sampah dan tanah menumpuk bahkan masuk ke permukiman warga," jelas Robi.

Menurutnya, kejadian banjir ini diakibatkan oleh volume air yang besar datang dari arah perbukitan Tanjung Pauh Mudik, yang tidak mampu ditampung dengan drainase yang sudah berumur belasan tahun itu.

"Kita harap Pemkab Kerinci bisa segera mengatasi masalah ini, kejadian ini sudah seringkali terjadi dan sering kita keluhkan warga," pintanya.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved