Berdalih Beri Pinjaman yang Mustahil Dilunasi, Ternyata Itu Cara Licik China 'Menjajah' Negara Lain
China sedang 'menjajah' negara-negara yang lebih kecil dengan meminjamkan sejumlah besar uang yang tidak akan sanggup mereka dibayar.
Berdalih Beri Pinjaman yang Mustahil Dilunasi, Ternyata Itu Cara Licik China 'Menjajah' Negara Lain
TRIBUNJABI.COM - China sedang 'menjajah' negara-negara yang lebih kecil dengan meminjamkan sejumlah besar uang yang tidak akan sanggup mereka dibayar.
Negara ini dituduh memanfaatkan pinjaman besar-besaran agar dapat merebut aset dan membangun pangkalan militer di negara-negara kecil dunia ketiga.
Baca: Sempat Ragu Menikahi Syahrini, Begini Doa Reino Barack Hingga Akhirnya Mantap Nikahi Incess
Baca: KETIKA Disodori 4 Nama untuk Jadi Capres di Antaranya Ada Nama Prabowo, Begini Jawaban Soeharto
Baca: Liga Inggris - Jelang Chelsea vs West Ham - Derbi London, Misi Tembus 3 Besar
Negara-negara berkembang mulai dari Pakistan hingga Djibouti, dari Maladewa hingga Fiji, semua berutang besar ke Cina.
Bukan sekadar perkiraan, dilansir dari The Sun, nyatanya memang sudah ada negara yang menunggak hutang dan dipaksa untuk menyerahkan kendali aset negaranya atau harus mengizinkan China untuk mempunyai pangkalan militer di negara tersebut.

Ada yang menyebutnya "diplomasi jebakan utang" atau "kolonialisme utang."
Mereka menawarkan pinjaman bagi negara-negara yang tidak mampu membayar, dan kemudian menuntut konsesi ketika mereka gagal.
Salah satu yang harus menanggung konsesi ini adalah Si Lanka.

Tahun lalu Sri Lanka menyerahkan pelabuhan ke perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah China dengan sewa 99 tahun.
Baca: GAYA Hedonis Adik Bungsu Sultan Brunei yang Gemar Foya-foya Hingga Kencani 40 Wanita Cantik
Baca: Pompong Tenggelam Dihantam Ombak, Lima Nelayan Kampung Laut Terombang-ambing di Perairan Kuala Jambi
Sementara itu, di Djibouti, tempat markas utama militer AS di Afrika, juga tampaknya akan menyerahkan kendali atas pelabuhan ke perusahaan Beijing.
Maret lalu, mantan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan bahwa Beijing melakukan praktik peminjaman predator, dan transaksi korup untuk menjadikan negara-negara kecil terbelit utang untuk kemudian melemahkan kedaulatan mereka.
Baru-baru ini, diplomasi jebakan utang ini bahkan telah meluas hingga ke Pasifik.
Beijing membuat pulau-pulau buatan manusia di Laut Cina Selatan dan hal itu dikhawatirkan akan digunakan sebagai pangkalan militer.

Bahkan, pada April lalu China mendekati Vanuatu, negara kepulauan di Samudra Pasifik selatan untuk mendirikan pangkalan militer.
The Times juga melaporkan bahwa secara efektif China akan meningkatkan kehadiran militernya di pintu gerbang utama ke pantai timur Australia.